Manfaat Vitamin D untuk Kesehatan Wanita

Posted by  Halo Selebriti Net | April 15 2018

Tahukah Anda bahwa tedapat banyak manfaat vitamin D untuk kesehatan wanita? Akhir-akhir ini penelitian menunjukkan bahwa selain urntuk kesehatan tulang, vitamin D juga berperan mencegah penyakit autoimun, kanker, penyakit jantung dan infeksi. Sayangnya, di era modern ini sebagian besar aktivitas dilakukan di dalam ruangan, sehingga kita jarang terkena sinar matahari yang merupakan sumber vitamin D. Hal tersebut tentu sangat disayangkan mengingat manfaat vitamin D yang sangat besar untuk tubuh kita.

 

Manfaat vitamin D untuk tulang dan otot

Tubuh kita membutuhkan vitamin D untuk penyerapan kalsium. Kalsium merupakan nutrisi utama penyusun tulang sehingga membuat tulang kuat dan mengurangi risiko patah tulang. Tanpa adanya vitamin D yang cukup, seseorang tidak bisa membentuk hormon kalsitriol yang memadai untuk menyerap kalsium dari makanan.

Dalam keadaan ini, tubuh akan mengambil persedian kalsium dari tulang dan berakibat tulang menjadi lemah dan berakibat pada penyakit tulang seperti osteoporosis dan rakitis. Penelitian telah menunjukkan efek dari vitamin D dan kalsium secara bersamaan akan menurunkan angka kejadian patah tulang.

 

Pentingnya vitamin D bagi ibu hamil

Kekurangan vitamin D sering terjadi pada wanita usia muda, termasuk wanita yang sedang hamil dan usia lanjut. Selama kehamilan, seorang wanita berisiko kehilangan kalsium akibat kebutuhan janin dalam kandungan, dan karena meningkatnya pengeluaran kalsium melalui urin. Hal tersebut terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.

Bila ibu hamil kekurangan vitamin D, tentu akan berdampak pada kesehatan tulang janin dalam kandungan. Risiko terjadinya rakitis pun turut meningkat. Wanita hamil harus memiliki cukup vitamin D pada saat melahirkan untuk memastikan bayi mereka memilki tingkat vitamin D yang cukup untuk 4-6 bulan pertama kehidupannya, karena status vitamin D pada bayi sepenuhnya bergantung pada ibu sebagai sumber vitamin D pada janin yang sedang berkembang.

Selain itu, penelitian menunjukkan adanya kemungkinan hubungan antara rendahnya vitamin D pada wanita hamil dengan meningkatnya risiko pada kehamilan seperti preeklampsia, kelahiran prematur, diabetes gestasional, dan infeksi bakterial vaginosis.

 

Berbagai penyakit yang bisa dicegah oleh vitamin D

Vitamin D sangat berkontribusi terhadap kesehatan wanita, namun efek kekurangan vitamin D belum banyak diketahui. Akhir-akhir ini sudah banyak penelitian yang menghubungkan vitamin D dan perannya pada berbagai macam penyakit, tidak hanya untuk tulang dan otot saja.

Penyakit autoimun seperti multiple sclerosis yang lebih banyak terjadi pada wanita, diketahui ternyata berkaitan dengan kadar vitamin D serum yang rendah. Selain multiple sclerosis, vitamin D juga berperan sebagai imunosupresan pada penyakit rheumatoid arthritis.

Vitamin D juga bermanfaat agar sistem imun dalam tubuh manusia berfungsi secara normal untuk melawan beberapa macam penyakit. Manfaat lain dari vitamin D adalah mengurangi risiko terjadinya kanker karena memiliki efek antikarsinogenik. Hubungan antara status vitamin D yang cukup dengan risiko kanker yang lebih rendah telah ditemukan oleh banyak penelitian.

Selain itu, telah banyak penelitian yang melaporkan adanya hubungan antara defisiensi vitamin D dengan meningkatnya risiko penyakit jantung seperti hipertensi, gagal jantung dan penyakit jantung iskemik.

 

Dari mana saja kita bisa mendapatkan vitamin D?

Vitamin D berasal dari tiga sumber utama yaitu sinar matahari, makanan, dan suplemen.

Sebanyak 80% sumber vitamin D didapat dari paparan sinar matahari. Pada kulit, sinar matahari akan menghasilkan vitamin D yang kemudian dimetabolisme dalam tubuh untuk mendapatkan bentuk vitamin D yang aktif. Mengingat peran besar sinar matahari dalam sintesis vitamin D, tentu aktivitas di luar ruangan untuk mendapat cukup paparan sinar matahari sangatlah penting.

Selain sinar matahari, 20% vitamin D kita dapatkan melalui makanan. Sumber makanan yang kaya akan vitamin D adalah ikan salmon, tuna, sarden, telur, susu dan yogurt. Jika Anda tidak bisa mendapatkan cukup vitamin D dari makanan dan tidak mendapatkan banyak sinar matahari, suplemen vitamin D dapat membantu.

 

Siapa saja yang berisiko kekurangan vitamin D?

Beberapa faktor dapat menyebabkan seseorang memiliki kadar vitamin D lebih rendah adalah berat badan, pigmentasi kulit, jenis kelamin dan usia.

Obesitas merupakan salah satu faktor risiko karena vitamin D disimpan dalam jaringan lemak. Pada orang yang kegemukan alias obesitas, kapasitas penyimpanan juga membesar sehingga mencegah sirkulasi vitamin D ke aliran darah.

Orang berkulit gelap memiliki tabir surya alami yang disebut melanin yang membuat kulit tidak mensintesis vitamin D. Akibatnya, orang dengan pigmentasi kulit lebih gelap cenderung memiliki kadar vitamin D lebih rendah.

Wanita lebih berisiko kekurangan vitamin D dibandingkan dengan pria, karena wanita cenderung memiliki lebih banyak lemak tubuh dibanding pria, wanita lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan, dan cenderung lebih sering menggunakan sunscreen dibanding pria.

Usia juga mempengaruhi kurangnya vitamin D karena seiring bertambahnya usia, kulit kurang menghasilkan vitamin D, kemampuan menyerap vitamin D berkurang serta aktivitas keluar rumah juga berkurang.

 

Redaksi  | Pedoman Media Cyber  | Kontak Pos  | Info Iklan 

Copyright @2018 - HaloSelebriti. All Right Reserved