RA Kartini (kanan) RA Kartini (kanan)

12 Tokoh Perempuan Ini Mengubah Dunia

Posted by  Redaksi | March 09 2018

Perempuan menjadi sosok paling penting dalam pewarisan nilai-nilai yang pada akhirnya membangun sebuah peradaban. Sayangnya, di masa lalu, bahkan masih banyak terjadi di masa kini, peran perempuan seolah masih dinafikan. Pergumulan soal peran perempuan dalam kehidupan sosial-masyarakat masih jadi polemik dan persoalan di banyak tempat, dan di sekian banyak bidang.

Ini selayaknya menjadi gambaran betapa kaum perempuan, dalam hal perannya di masyarakat, tak ada bedanya dengan kaum laki-laki. Dalam kiprahnya, kaum perempuan juga memberikan suri tauladan, dan pengorbanan besar bagi masyarakat sekitarnya, bahkan menjadi contoh prestasi dan pencapaian yang mendunia.

Semoga kita menyerap semangat kebaikan dari sosok mereka.

 

A Kartini

Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri. Raden Adjeng Kartini (21 April 1879 –17 September 1904).

Tokoh Wanita Indonesia dan Pahlawan Nasional Indonesia R.A Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Kartini berjuang lewat tulisannya. Surat-suratnya banyak menjelaskan berkaitan kendala yang harus dilalui saat mencita-citakan menjadi wanita yang lebih maju. Di era-nya, yaitu akhir era 19 sampai awal era 20, beberapa wanita negeri ini masih tak dapat mencapai kebebasan pada beberapa hal. Salah satunya masih tidak diperbolehkan untuk mencapai pendidikan tinggi seperti golongan pria. Kartini menjadi simbol dalam gerakan emansipasi wanita Indonesia.

 

Mother Teresa

 “Tidak semua dari kita bisa melakukan hal-hal besar. Tetapi kita dapat melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar.” – Mother Teresa (1910-1997).

Mother Teresa, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian (1979), sepanjang hidupnya Ia mengabdikan diri untuk membantu dan menolong orang yang tidak mampu. Dedikasinya pada kemanusiaan tak mengenal pamrih dan lelah. Dalam aktivitas amal yang dia lakukan, Mother Teresa bahkan sampai mengalami sakit. Hanya setelah mengalami dua kali serangan jantung, pneumonia dan malaria ia baru berhenti melakukan kegiatan social pada bulan Maret 1997, dan Ia wafat pad bulan September 1997.

 

Lady Diana

 “Setiap orang perlu dihargai. Setiap orang juga memiliki potensi untuk memberikan sesuatu kembali.” (menghargai)- Diana (1961-1997),

Princess of Wales Lady Diana. Putri Diana sosok “putri rakyat” yang dicintai tak hanya masyarakat Inggris tapi juga di seuruh dunia. Dia mengabdikan hidupnya untuk kegiatan amal; dia memimpin kampanye anti penggunaan ranjau darat. Ini membuatnya memengangkan Nobel Perdamaian.

 

Benazir Bhuto

 “Demokrasi adalah balas dendam terbaik.” – Benazir Bhutto (1953-2007).

Dia adalah Perdana Menteri ke-11 Pakistan (1993-1996). Dalam sejarah dunia, ia adalah perempuan pertama yang memimpin sebuah negara Muslim. Selama kepemimpinannya, ia mengakhiri kediktatoran militer di negaranya dan tak henti memperjuangkan hak-hak perempuan. Dia dibunuh dengan serangan bom bunuh diri pada tahun 2007.

 

Oprah Winfrey

 “Bersyukurlah untuk apa yang anda miliki, dan anda akan merasa lebih memiliki. Jika anda berkonsentrasi pada apa yang tidak anda miliki, anda tidak akan pernah merasa cukup..” – Oprah Winfrey (1954).

Oprah Winfrey adalah seorang tokoh dunia televisi dan Philanthropist murah hati, yang sudah menyumbang untuk berbagai kegiatan amal. Ia menginspirasi banyak perempuan dengan kisah dan perjuangan hidupnya. Kini dia menjadi salah satu pembawa acara talk show terkenal dan pemilik media yang paling terkenal. Oprah berhasil sukses meski Ia lahir dari seorang ibu tunggal miskin di Mississippi.

 

Florence Nightingale

 “Saya pikir perasaan seseorang sering sia-sia dalam kata-kata;. Mereka seharusnya menyaring dan menterjemahkan itu menjadi tindakan yang membawa hasil” – Florence Nightingale (1820-1910).

Ia terkenang dengan julukan “The lady with the lamp” (Wanita dengan Pelita). Florence Nightingale, merawat tentara yang terluka selama perang Crimean. Semangat dan dedikasi nya sebagai perawat mengubah persepsi masyarakat tentang profesi ini. Usul dan desakan nya pada standard an peningkatan kondisi sanitasi untuk pasien telah menyelamatkan banyak nyawa.

 

Amelia Earhart

 “Perlu diketahui bahwa saya sadar resiko bahaya. Saya melakukannya karena saya ingin melakukannya. Perempuan harus mencoba untuk melakukan hal-hal sebagaimana sudah dicoba oleh laki-laki. Kalaupun gagal, kegagalan itu harus menjadi tantangan untuk perempuan lain.” – Amelia Earhart (1897-1937).

Amelia Earhart adalah Pilot wanita pertama yang terbang solo melintasi Atlantik pada tahun 1932. Ia menjadi pilot wanita pertama pada tahun 1935 setelah terbang solo dari Hawaii ke California. Dia memulai impian seumur hidup nya untuk terbang di seluruh dunia pada tahun 1937, namun, Ia hilang dalam penerbangan itu dan dia tidak pernah terlihat lagi.

 

Margaret Thatcher

 “Jika anda selalu ingin disukai, anda harus siap untuk berkompromi pada apa pun setiap saat, dan anda tak akan mencapai apa-apa.” – Margaret Thatcher (1925-2013).

Margaret Thatcher dicintai dan dibenci untuk beberapa kebijakan kontroversial, tapi dia tidak pernah menyerah. Dia dikenal sebagai ‘Iron Lady’ untuk politik tanpa kompromi dan gaya kepemimpinannya. Ia adalah putri seorang pemilik toko kelontong yang berhasil lulus dari Oxford University dengan bekerja sebagai penjaga tangga selama kuliah. Ia sukses di dunia politik dan menjadi Perdana Menteri pertama dan satu-satunya dari Inggris hingga saat ini. Ia terpilih pada tahun 1979 dan menjadi Perdana Mentri Ke-Lima yang menjabat paling lama.

 

 K Rowling

 “Tidak mungkin untuk hidup tanpa kegagalan , kecuali jika anda sangat berhati-hati sehingga anda hampir tidak hidup sama sekali -. Dalam hal ini, anda gagal secara berencana” – J.K Rowling (1965).

Ia berjuang keras menembus perangkap kemiskinan sampai ia selesai menulis buku seri pertamanya Harry Potter. Buku karya J.K. Rowling ini telah terjual 400 juta kopi di seluruh dunia. Setelah lima tahun sukses dengan bukunya, dia menjalani hidup sebagai salah satu multi-jutawan Inggris.

 

Millicent Fawcett

 “Sebagian besar penyebab keraguan dalam upaya meningkatkan pendidikan perempuan adalah adanya keyakinan bahwa cacat politik perempuan tidak akan dipertahankan. (Banyak orang takut perempuan tidak bisa lagi ditindas)” – Millicent Fawcett (1847-1929).

Millicent Fawcett mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan hak-hak perempuan secara damai. Salah satunya berkaitan dengan gerakan agar perempuan untuk memiliki suara dalam pemilu. Dia juga sosok seorang Istri yang sangat berbakti. Ia membantu suaminya, tokoh politisi Henry Fawcett dalam berbagai pekerjaan setelah suaminya itu buta karena kecelakaan.

 

Rosa Parks

 “Aku tahu seseorang harus mengambil langkah pertama lebih dulu dan itu membuat saya berpikir untuk tidak bergerak.” – Rosa Parks (1913-2005).

Kata-kata itu adalah sebuah sindiran yang kemudian menginpirasi banyak perempuan untuk tak tinggal diam dan menunggu-nunggu inisiatif perempuan lainnya dalam memperjuangkan hak. Rosa Park, atau juga dikenal sebagai “the first lady of civil rights”, wanita pertama yang memperjuangkan hak-hak sipil kaum kulit hitam di Amerika. Rosa Parks adalah seorang pelopor hak-hak sipil di Alabama di tahun 1950-an.

 

Marie Curie

 “Tidak ada yang perlu ditakuti dalam hidup. Semua hanya untuk dipahami.” – Marie Curie (1867-1934).

Ia terkenal sebagai “Madame Curie”, seorang ahli fisika Polandia-Perancis dan kimiawan, adalah orang pertama yang telah menerima dua Hadiah Nobel. Dia adalah profesor perempuan pertama di Universitas Paris dan wanita pertama yang diabadikan di makam nasional Perancis, Paris Panthéon, semua didasarkan pada kemampuannya sendiri sebagai seorang perempuan yang sangat cerdas dan berkontribusi besar pada masyarakat dengan pengetahuan dan ilmunya.

 

Sumber : Wikipedia Indonesia

 

Redaksi  | Pedoman Media Cyber  | Kontak Pos  | Info Iklan 

Copyright @2018 - HaloSelebriti. All Right Reserved