Tim Ganapati Kembali Jejalahi Sejarah di Temanggung - Explode Your Culture

Posted by  Halo Selebriti Net | May 02 2018

Budaya merupakan salah satu aspek penting dari kehidupan yang kerap kali dianggap sebelah mata. Oleh karena itu, Kegiatan Penelusuran Jejak Kekunoan Temanggung  yang biasa disebut Trip Sejarah oleh Tim Ganapati  yang  sudah menginjak kegiatan ke IV ini hadir sebagai pemicu kesadaran masyarakat akan pentingnya pengetahuan budaya itu sendiri. Sebelum ini Ganapati telah melakukan kegiatan pertama yang menelusuri jejak kekunoan sejarah dari gedongsongo hingga Parakan , kemudian Trip ke 2 yang lebih pada  menguak awal mula Desa Candisari di Kecamatan Bansari , lalu Trip ke 3 yang menelusuri daerah Wonoboyo Hingga peninggalan Argopuro diperbatasan dengan Wonosobo.

Kali ini Dengan mengusung tema “Explode Your Culture!” di kegiatan ke IV , Tim Ganapati akan menyusuri sebelah selatan Kabupaten Temanggung dengan dimulai dari halaman Pendopo  , dimana terdapat prasasti Wanoa Tengah yang menjadi cikal bakal pengaturan batas wilayah di Kabupaten Temanggung. Kemudian tim akan menyusuri daerah Tlasri, disana kita temukan beberapa benda purbakala seperti lesung dan peripih 9 lubang. Ditempat ini juga pernah ditemukan Prasasti Waangkut bertahun 700 se,kian yang kini tersimpan di Museum Ronggo Warsito Semarang. Kemudian kita menuju  Paingan , dipojok desa kita temukan yoni kecil dan sebaran batu candi , kemudian berjalan ke Masjid Paingan. Masjid ini termasuk masjid kuno karena sudah tercatat dalam catatan Verbeek. Tak jauh dari  masjid  ada kolam  di dusun Brongkol , kolam ini dibangun dengan menggunakan batuan candi. Verbeek pernah menyimpulkan dalam tulisanya bahwa di daerah sekitar Paingan pernah dibangun candi , yang kemudian batuan candi itu digunakan untuk pondasi masjid  atau rumah penduduk, bahkan dari warga setempat Verbeek mendapat keterangan juga menjadi   pondasi Jembatan Progo.


Tim Ganapati Mencintai Alam [foto Tim Ganapati]


Dari paingan kita menuju makam di daerah Kasihan Mudal , disana Tebaran batu candi berelief ditemukan. Diduga ada 2 buah candi didaerah sekitar Mudal , satu di  dusuh Pikatan dan satu lagi di dukuh Kasian sekarang. Pikatan waterpark menjadi destinatiberikutnya, ada 3 yoni di sekitar kolam pemandian yang sekarang sudah dibangun itu, salah satu  yoni di seratnya berhiaskan kura-kura dan naga, ini menjadi sebuah penanda bahwa Pemandian ini sudah ada sebelum tahun 800an . Dilihat dari sejarahnya kolam pikatan adalah kolam Kuna,karena sebelum dibangun jaman belanda di kolam ini ditemukan struktur bangunan menyerupai candi. Dari pikatan kita menuju Ke situs Botoputih Ngreges , disana ada yoni dan dudukan arca  serta  puncak candi yang menjadi makam. Masjid Menggoro adalah tujuan berikutnya, Masjid yang merupakan situs sejarah yang masih berdiri hingga kini. Di masjid Menggoro kita temui Nandi  juga batuan candi dan secara arsitektur masjid menggoro adalah bangunan lama. Ketimur dari Menggoro kita menuju  Situs Jogopati , Masjid Jogopati adalah masjid kuno, tampak dari atapnya yang masih menggunakan Meru diatas kontruksi tajuk. Tajuk sendiri adalah kontruksi bangunan untuk manempah dan meru mengambarkan dari  tingkatan dalam beribadah yaitu sareat ,tarekat, hakekat & makrifat. Meru adalah detail yang digunakan untuk atas  masjid yang mempunyai nilai filosofis.Di puncaknya menggunakan tanda seperti gunungan yang merupakan perpaduan Islam dan Hindu dijaman itu. Disekitar Jogopati banyak sekali tebaran candi yang masih tampak relief, ini menggambarkan pernah ada candi disekitar Jogopati, diduga yoni dan batuan candai di masjid Menggoro diambil dari sini.

Dari perjalanan diatas ada banyak renuntuhan bangunan maupun bangunan yang tersisa dari sejarah masalalu yang mungkin bisa kita temukan hikmahnya di masakini.

Ganapati yang merupakan sebuah komunitas pemerhati sejarah di Kabupaten Temanggung. komunita ini digagas oleh pelaku blusukan sejarah Viriya Candra. Komunitas ini  terbuka untuk pemuda dan masyarakat Temanggung untuk bergabung. Komunitas ini menggunakan perumpamaan Volcano yang diangkat sebagai icon komunitas .Volcano merupakan simbol dari perpaduan banyak temuan kekunoan di Temanggung yang dikemas menjadi satu dan siap disebarluaskan kepada masyarakat. Sisa-sisa kekunoan yang dahulu pernah ditelusuri dan di tulisoleh R.D.M Verbeek di tahun 1891 menjadi referensi utama bagi kegiatan komunitas ini.

Ganapati juga didampingi oleh ahli sejarah Goenawan A sambodo, S.S yang banyak memberikan masukan bagi komunitas ini untuk memberikan keterangan setiap tempat didatangi dengan sudut pandang sejarah dan keilmuan. Menurut beliau masing-masing tempat mempunyai ceritanya sendiri.


Penelusuran Alam Temanggung oleh Tim Ganapati [foto Tim Ganapati]


Kegiatan semacam ini sangat perlu diadakan bukan hanya di temanggung mengingat masih banyaknya peninggalan bersejarah yang belum tersentuh di tanah air ini, diharapkan dengan kegiatan serupa bisa memupuk kesadaran masyarakat untuk mengerti pentingnya melestarikan peninggalan sejarah di Indonesia.

Peserta kali ini diikuti oleh para guru sejarah dan pelajar,mahasiswa  juga beberapa komunitas  dari  Temanggung, Wonosobo, Semarang, Jogja & Salatiga dengan total peserta sekitar 65 orang.

Kali ini Ganapati didukung Oleh Narasi Damai Nusantara sebuah lembaga yang konsen pada pengembangan konten perdamaian dan menolak ujaran kebencian , juga Komunitas Laskar Bersenyum,Majalah Online BUDDHAZINE  dan BDC.

 

Redaksi  | Pedoman Media Cyber  | Kontak Pos  | Info Iklan 

Copyright @2018 - HaloSelebriti. All Right Reserved