Selain Jurnalis, Salawati Daud Adalah Walikota Perempuan Pertama Di Indonesia

Posted by  Redaksi | March 09 2018

SALAWATI DAUD tokoh penting di Sulawesi, bahkan di negeri ini. Ia pucuk pimpinan Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) dan walikota perempuan pertama di Indonesia.

"Saat disiarkan laporan bahwa para Republiken di Sulawesi Selatan tertawan…Salawati Daud bersama Abdulllah Riu dan A. Baso Rahim menyusun rencana menyerang tangsi polisi," tulis M. Sanusi Dg. Mattata di buku Luwu dalam Revolusi.

Tujuannya, untuk mengimbangi laporan tersebut. Rencana itu diawali dengan terlebih dahulu merampas senjata polisi-polisi Belanda di Masamba.

29 Oktober 1949. Peristiwa yang dikenal dengan nama Masamba Affaire itu pun terjadi. "Salawati yang memimpin gerakan tersebut," tulis Budi Susanto dkk dalam buku Politik & Postkolonialitas di Indonesia.


Salawati Daud

Namanya jadi buah bibir. Berselang satu purnama kemudian, melalui perundingan Konferensi Meja Bundar (KMB), Belanda mengakui kedaulatan Indonesia.

Perang usai. Salawati naik jadi Walikota Makassar. Dialah walikota perempuan pertama dalam sejarah Republik Indonesia.

Tahun 1940-an hingga 1950-an, Sulawesi Selatan memang punya banyak pejuang perempuan. Ada dua yang cukup terkenal, yakni Emmy Saelan dan Salawati Daud. Emmy sendiri gugur dalam pertempuran melawan pasukan Belanda tahun 1947. Sementara Salawati Daud ditangkap dan dipenjara oleh rezim Orba karena peristiwa Gestok 1965.

Salawati Daud adalah pejuang kemerdekaan. Ia aktif dalam pergerakan anti-kolonial di Sulsel sejak 1930-an hingga 1950-an. Sayang, hampir tidak ada dokumen sejarah yang menulis tentang dirinya. Dan, saya kira, inilah salah satu sukses terbesar Orde Baru, yakni menghapus pejuang berpaham kiri dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Nama aslinya: Charlotte Salawati. Pada tahun 1945, Salawati menerbitkan majalah Wanita di Makassar. Majalah tersebut terbit dua kali sebulan. Jumlah oplah-nya berjumlah ribuan tiap terbit. Selain majalah Wanita, ia juga memimpin majalah Bersatu, yang oplahnya mencapai 2000-an.

Untuk mengenang kiprahnya dalam perjuangan kemerdekaan, masyarakat Luwu Utara kini mengabadikan nama Salawati Daud sebagai nama jalan di Masamba, tempatnya bergerilya dulu.

 

Redaksi  | Pedoman Media Cyber  | Kontak Pos  | Info Iklan 

Copyright @2018 - HaloSelebriti. All Right Reserved