Pernikahan Sekar Rukmana - Aji Maryulis Pernikahan Sekar Rukmana - Aji Maryulis Dokumentasi keluarga

Suasana Sungkeman dan Midodareni Pernikahan Sekar Rukmana dan Aji Maryulis

Posted by  Halo Selebriti Net | May 06 2018

Prosesi pernikahan dalam adat Jawa penuh laku spiritual yang kaya makna filosofis, sebagaimana prosesi pernikahan cucu Presiden Soeharto, Sekar Rukmana dan Aji Maryulis.

Pada hari Jum’at, 4 Mei 2018 diselenggarakan pembacaan Tahlil, pasang Bleketepe (anyaman daun kelapa sebagai simbol diselenggarakan hajatan mantu, Pasang Tuwuhan (berbagai tumbuhan produktif di tempat-tempat tertentu sebagai simbol “tumbuhnya kehidupan melalui pernikahan” dan janur kuning sebagai penangkal energi negatif), pembacaan khotmil Qur’an dari Institut lmu Al Qur’an, pembacaan riwayat Nabi Muhammad Saw., pencatatan pernihakan oleh petugas pencatat nikah, Bucalan (prosesi tolak bala’) dan penyajian Ubo Rampe Majemukan. Keseluruhan prosesi hari petama pernikahan Sekar Rukmana-Aji Maryulis tersebut merupakan bentuk munajat kepada Tuhan Yang Maha Esa agar prosesi pernikahan sebagai pintu memasuki kehidupan yang baru, “keluarga”, senantiasa memperoleh ridho dan perlindungan-Nya.


Siti Hardijanti Rukmana [Dokumentasi keluarga]

Pada tanggal 5 Mei diselenggarakan Sungkeman, Siraman, Potong Rikmo, Kerik, Paes, Dodol Dawet, Dulang Pungkasan, Tanem Rikmo dan Midodareni.

Sungkeman dengan Sungkem Ngaras (sujud mencium kaki) yang dilakukan calon penganten putri (Sekar Rukmana) kepada orang tua yang disaksikan pinisepuh keluarga. Sungkeman merupakan prosesipermohonan doa restu dan ijin untuk memasuki hidup baru (hidup berkeluarga) oleh calon penganten putri kepada kedua orang tua yang disertai permohonan maaf atas semua kesalahan. Dalam proses tersebut, calon pengaten putri juga membasuh kedua kaki orang tuanya.


Suasana Sungkeman Sekar Rukmana [Dokumentasi Keluarga]

Siraman dilakukan menggunakan air dari tujuh mata air, sebagai prosesi menghilangkan segala kotoran (baik fisik maupun batin). Bapak Indra Rukmana bersama Ibu Siti Hardiyanti Rukmana menuangkan air kendi untuk “wudhu” Calon Penganten Putri. Ibu Siti Hardiyanti Rukmana berkenan memecah kendi dengan mengucap:

“BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM NIAT INGSUN ORA MECAH KENDI, NANGING MECAH PAMORE ANAKKU SEKAR” 

Selanjutnya dilaksanakan”Potong Rikmo” yang dilakukan Bapak Indra Rukmana didampingi Ibu Siti Hardiyanti Rukmana, dengan memotong rikmo (rambut) Calon Penganten Putri. Potong rambut sesudah siraman dilakukan oleh kedua orang tua Penganten, merupakan ilo-ilo srono (sarana) menghilangkan molo katrimolo (penyebab kesusahan) dan suker sakit Penganten.


Ibu Mufidah Yusuf Kalla melakukan siraman kepada calon penganten putri [Dokumentasi Keluarga]

Selanjutnya dilakukan Kerik, Paes, Dodol Dawet, Dulang Pungkasan, Tanem Rikmo, yang pada intinya merupakan prosesi untuk menghilangkan segala bentuk penghalang ketentraman sehingga dalam berkeluarga, pengaten diberikan penih kebahagiaan lahir dan batin.

Setelah prosesi tersebut, pada malam hari diselenggarakan MIDODARENI, atau nanting kesiapan lahir batin calon penganten perempuan oleh kedua orang Tuhan Yang Maha Esa.


Ibu Tutut melakukan siraman kepada calon mempelai Perempuan [Dokumentasi Keluarga]

Keempat, jangan durhaka pada orang tua dan mertua. Karena keduanya merupakan sarana hadirnya kita dalam kehidupan.

Kelima, jangan memaksakan kehendak dan hendaknya selalu tawakal dalam menjalani kehidupan.

Nasehat tersebut merupakan bekal kedua orang tua kepada calon pengaten dalam memasuki kehidupan baru dalam lembaga perkawinan. Semua prosesi tersebut juga merupakan cerminan kehati-hatian orang tua dalam adat Jawa dala melepas anaknya memasuki lembaran kehidupan yang baru.

 

Redaksi  | Pedoman Media Cyber  | Kontak Pos  | Info Iklan 

Copyright @2018 - HaloSelebriti. All Right Reserved