Desainer Erna Rasyid Taufan dan Mahdalia Makkulau Kenalkan Tenun Toraja dan Sekomandi

Celebnews Written by  Ceppy Sunday, 19 November 2017 00:00 font size decrease font size increase font size
Rate this item
(0 votes)

HaloSelebriti.Net- Tak sedikit kekayaan di Indonesia. Termasuk didalamnya kain-kain hasil kerajinan dari para perajin di masyarakat. Ini membuat para desainer kain etnik di seluruh Indonesia berlomba menampilkan keunggulan khas Indonesia dengan sejumlah cara atau promosi. Khususnya bagi generasi muda atau milenial.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah Erna Rasyid Taufan, desainer etnik dari Kota Parepare, Sulawesi Barat. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Parepare 2013-2018, ketua tim penggerak PKK, sekaligus istri Walikota Parepare ini, merasa perlu untuk mengembangkan potensi yang ada di daerahnya untuk dikembangkan. Terutama menjadi busana siap pakai modern dan bisa diterima anak muda.

“Kalau anak muda suka rancangan etnik, memang harus mengikuti jaman. Tapi khusus untuk perempuan muslimah, saya berharap, yang dikedepankan adalah rancangan-rancangan berbusana muslim,” ucapnya, usai menampilkan koleksi busananya di pameran kerajinan dan busana Indocraft 2017, Indonesia Ethnic Fashion Week 2017, di Assembly Hall, JCC, Jakarta, Sabtu (19/11).

Erna sempat menyinggung, bagaimana busana muslim yang dijual di pasaran belum banyak memenuhi syarat. “Ini yang membuat saya terjun langsung untuk menggali potensi saya yang selama ini terkubur. Sebagai ketua (Dekranasda Kota Parepare), saya merasa punya tanggung jawab akan potensi lokal,” tambahnya.

Bagaimana agar memenuhi syarat? “Tidak ada bentuk lekuk tubuh dan transparan,” jelasnya.

Karena itu, dalam panggung Indonesia Ethnic Fashion Week 2017 lalu, ia turut mengenalkan busana hasil rancangannya. Busana tenun Toraja yang dirancang dengan kostum muslimah orange, merah muda, dan hitam, terlihat elegan dengan balutan aksesoris kerang yang dijahit di dada baju.

“Ini kerang hasil laut di Parepare, karena lokasinya dekat pesisir. Supaya unik. Selain menonjolkan limbah laut di Parepare, juga menonjolkan konsep Sulawesi Selatan, yaitu tenun Toraja,” sambungnya.

Dalam gelaran ini, Ketua Komunitas Desainer Etnik Indonesia (KDEI) Raizal Boeyoeng Rais, memberi apresiasi kepada Erna, khususnya Kota Parepare. Ia mendapatkan Fashion Award, sebagai bentuk dukungan memajukan fashion di daerahnya.

Selain Erna, ada Mahdalia Makkulau, desainer etnik lain yang ikut melestarikan potensi daerahnya. Di hari serupa di Indonesia Ethnic Fashion Week 2017, pemilik butik Luthfiah ini juga mengenalkan kekayaan alam seni tradisi leluhur ratusan tahun silam unik dan masih terjaga sampai saat ini. Salah satunya tradisi menenun yang dikenal dengan tenun ikat sekomandi.

“Ini tenun tertua. Orang-orang, tahunya ini dari Toraja, padahal bukan. Ini dari Mamuju, Sulawasi Barat. Dari 2012 sampai sekarang, saya terus angkat tenun ikat sekomandi. Bahan dari kapas, diikat dan dipintal,” ujarnya, usai acara.

Ini adalah tenun ikat dengan motif tertua di Indonesia. Sekomandi berasal dari dua kata, Seko, yang berarti persaudaraan atau kekeluargaan, dan Mandi, berarti kuat atau erat.

Namun, kata Mahdalia, regenerasi penenun ikat sekomandi mulai berkurang. “Padahal motif dan ceritanya ada sejarahnya, lo. Kali ini, saya menampilkan pakai motif Ulu Karua, yang artinya 7 bersaudara adalah penenun,” ungkapnya.

Untuk tren 2018, Mahdalia, menonjolkan warna hitam putih. “Ini warna alam. Warna asli,” tutupnya.

Read 148 times Last modified on Tuesday, 21 November 2017 06:07

Tentang Kami

Salam Halo Selebriti, jangan lupa selalu stay di depan TV nonton HALO Selebriti di SCTV setiap hari Senin s/d Kamis pukul 09.00-10.00 wib.

Follow : @haloselebs

- Disklaimer -

Halo Selebriti on Twitter