Wednesday, January 17, 2018

Najwa Shihab Salah Satu Wanita Inspiratif - Foto by Google Najwa Shihab Salah Satu Wanita Inspiratif - Foto by Google

Mengenal Sosok Wanita Prestasi Yang Inspiratif, Siapa Saja?

Published in Fashion Written by  March 13 2017 font size decrease font size increase font size
Rate this item
(1 Vote)

HaloSelebritiNET-Jakarta- Hari Perempuan Internasional yang di peringati setiap 8 maret adalah hari besar yang di rayakan di seluruh dunia untuk memperingati keberhasilan kaum perempuan khususnya di bidang ekonomi,politik, dan sosial.

Gagasan itu pertama kali di kemukakan saat memasuki abad ke-20 ditengah-tengah gelombang industrialisasi dan ekspansi ekonomi yang menyebabkan timbulnya protes-protes mengenai kondisi kerja. Kaum perempuan dari pabrik garmen dan tekstil menggelar protes pada 8 maret 1857 di New York City, Amerika Serikat.

Mereka memprotes kondisi kerja dan tingkat gaji yang rendah. Para pengunjuk rasa di serang dan di bubarkan oleh polisi, mereka kemudian membentuk serikat buruh pada bulan yang sama, dua tahun kemudian.

Di Barat, Hari Perempuan Internasioanal di rayakan sekitar tahun 1910-an dan 1920-an, tetapi kemudian menghilang. Perayaan ini dihidupkan kembali dengan bangkitnya feminisme pada 1960-an. Pada 1975, PBB mulai mensponsori Hari Perempuan Internasioanal.

Terkait dengan Hari Perempuan Internasional, terdapat beberapa nama yang menginspirasi kaumnya. Mereka mendobrak pandangan umum tentang sosok perempuan yang di lukiskan sebagai pihak yang lemah. Dalam konteks yang lebih luas, mereka membuktikan perempuan bisa tampil cerdas, kuat, dan sanggup bekerja keras. Berikut beberapa nama wanita berprestasi dan inspiratif yang di rangkum dari berbagai sumber :

  1. Sri Mulyani


Lahir di Bandar Lampung, 26 Agustus 1962, Sri Mulyani kembali  menjadi orang nomor satu di Kementrian Keuangan Kabinet Kerja yang di pimpin Presiden Joko Widodo (2014-2019). Sri Mulyani tumbuh di lingkungan akademisi, Ayahnya, Prof. Dr. Satmoko, adalah guru besar di Universitas Negeri Semarang. Begitu pun dengan ibunya, Prof. Dr. Retno Sriningsih Satmoko, yang juga merupakan guru besar di pergruan tinggi yang sama. 

Tahun 2002, ia bekerja sebagai Direktur Eksekutif di IMF. Dua tahun kemudian ia kembali ke indonesia setelah di tunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia dalam Kabinet Indonesia Bersatu (2004-2005). Ia kemudian dipercaya sebagai Menteri Keuangan dan bahkan Menteri Koodinator Bidang Perekonomian. Di masa tersebut, namanya di seret-seret dengan skandal kasus Bank Century yang sempat menghebohkan Indonesia pada 2008.

Tahun 2009 ia akhirnya menulis surat pengunduran diri kepada  Presiden SBY. 

Tahun 2010, Sri di tunjuk sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia menggantikan Juan Jose Daboub. Ia bekerja di  Bank Dunia hingga tahun 2016 dan pindah ke Amerika. Ia kembali lagi ke Indonesia setelah di tunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Keuangan pada Juli 2016.

Namanya tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga di dunia Internasional. Ia bahkan terpilih sebagai Menteri Keuangan Terbaik se-Asia di tahun  2006. Majalah ‘Forbes’ (2008) memilihnya sebagai wanita urutan ke-23 paling berpengaruh di dunia. Sebelumnya, ‘Majalah Globe Asia’ (2007) menempatkan Sri Mulyani sebagai wanita paling berpengaruh nomor dua di Indonesia.

  1. Susi Pudjiastuti

Susi Pudjiastuti kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965, adalah seorang Menteri Kelautan dan Perikanan dari Kabinet Kerja 2014-2019. Ia juga pengusaha pemilik dan Presdir PT ASI Pudjastuti Marine Product, eksportir hasil-hasil perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation atau penenrbangan Susi Air dari Jawa Barat. 

Sebelum di lantk, Susi melepas semua posisinya di perusahaan tersebut. Keputusan itu di ambil untuk menghindari konflik kepentingan dalam posisinya sebagai menteri dan pengusaha. Dengan demikian, ia bisa bekerja maksimal menjalankan pemerintahan, khususnya di bidang kelautan dan perikanan.

Ia tetap “kerja, kerja, kerja” di tengah kontroversi seputar dirinya. Dalam 100 hari pertamanya sebagai Menter Kelautan dan Perikanan, Susi menangkap banyak kapal yang melakukan Illegal Fishing. Ia mengeluarkan peraturan baru yang melarang bongkar muat kapal di tengah laut dan penggunaan berbagai jenis pukat yang merusak pelestarian spesies ikan di laut Indonesia.

  1. Tri Rismaharani


Dr. (H-C) Ir. Tri Rismaharani, M. T terkadang di tulis Tri Risma Harini – akrab disapa Risma – lahir di Kediri, Jawa Timur, 20 November 1961, adalah Wali Kota Surabaya yang menjabat sejak 17 Februari 2016. Sebelumnya, ia pernah menduduki jabatan yang sama dari 28 September 2010 hingga 28 September 2015.

Risma adalah wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya. Ia juga tercatat sebagai wanita pertama yang di pilih langsung melalui pemilihan kepala daerah sepanjang sejarah demokrasi Indonesia di era reformasi. Dia merupakan kepala daerah perempuan pertama di Indonesia yang berulang kali masuk dalam daftar pemimpin terbaik dunia.

Risma misalnya, masuk dalam daftar Fortune World’s Greatest Leaders. Ia menjadi salah satu wali kota terabaik di dunia. Risma berhasil mengubah Surabaya dari kota yang padat menjadi lebih hijau dengan lebih banyak taman dan ruang-ruang terbuka.

  1. Khofifah Indar Parawansa


Dra. Khofifah Indar Parawansa, lahir di Surabaya, Jawa Timur, 19 Mei 1965¸adalah Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada Kabinet Persatuan Nasional. Ia meraih gelar sarjana pada 1990 dan Fakaultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya. Pada 26 Otober 2014, ia dipilih oleh Presiden Jokowi untuk menjadi Menteri Sosial, Kabinet Kerja priode 2014 – 2019.

Ia adalah salah satu menteri dengan kinerja terbaik. Sebelum menjadi Mensos, Khofifah aktif dalam beberapa gerakan, salah  satunya menyelenggarakan Training of Trainer bagi lintas agama dalam membangun perspektif multikultur dan harmoni kehidupan antar umat bergama di berbagai provinsi.

  1. Yenny Wahid


Yenny Wahid yang bernama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid,  lahir di Jombang, Jawa timur, 29 Oktober 1974 adalah seorang aktivis Islam dan Politisi Indonesia.

Sebagai Menteri dari Mantan Presiden Indonesia, Yenny termasuk salah satu elite politik perempuan di Indonesia saat ini. Lewat The Wahid Institute, Yenny terus menghidupkan nilai nilai pluralisme, toleransi, demokrasi, dan multikulturalisme yang diusung oleh ayahnya.

  1. Dwikorita Karnawati (Rektor UGM)


Prof. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D, lahir di Yogyakarta, 6 Juni 1964 adalah seorang akademis dan dosen Indonesia. Ia adalah Rektor wanita pertama Universitas Gajah Mada, menggantikan Prof, Dr. Pratikno, M.Soc.Sc., yang terpilih sebagai Menteri Sekretaris Negara sejak 27 Oktober  2014. Rita, demikian da biasa disapa, menjadi rektor perempuan pertama di UGM dan akan memimpin hingga 2017. Sebelumnya, dia menjabat sebagai wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni.

 

  1. Sely Martini (Pejuang Anti-Korupsi)

Perempuan  ini menjadi salah satu tokoh pejuang antikorupsi Indonesia dari badan Indonesia Corruption Watch (ICW). Sely menjadi pemenang “International Honesty Award” 2014 untuk kategori “Best Activist in a Leading Role”. Penghargaan ini ditunjukan kepada para pekerja dan penggiat yang dianggap kreatif dalam organisasi dan lembaga yang melawan korupsi.

  1. Evvy Kartini (ahli Nuklir Internasional)


Di Indonesia, teknologi tenaga nuklir masih menjadi hal yang asing. Namun kita harus berbangga, sebab Indonesia justru memiliki seorang ahli yang prestasinya diakui dunia Doktor rer. Nat (rerum naturalium) Evvy Kartini adalah salah satu dari “hanya” Sepuluh ahli Nuklir yang ada didunia. Dikalangan Internasional, Evvy memiliki reputasi terhormat, Ia dikenal sebagai ilmuan penemu penghantar listrik berbahan gelas.

  1. Tri Mumpuni Iskandar (Pelopor Listrik Mikro Hidro)


Dia adalah Direktur Institut bisnis Ekonomi kerakyatan (Ibeka).Kawan-kawannya menjuluki “Tri Si Penerang Desa”. Lewat berbagai lembaga nirlaba,Tri mempelopori pembangunan pembangkit Listrik Nikrohidro dengan memanfaatkan tenaga air terjun mini disejumlah tempat di Indonesia.

Berkat upayanya, Tri mendapat beberapa penghargaan dari pemerintah dan lembaga Internasional, seperti Cilimate Hero dari World Wildlife Fund for Nature (2005), Fellow Ashoka (2006), tokoh Pengenmbangan Energi Terbarukan dan Penghematan Energi (2007), dan Pendekar Lingkungan Hidup RI (2008).

Tri sendiri pernah terpilih sebagai Tokoh Majalah tempo 2006, Tokoh perubahan 2009 Harian Republika, Among 99 Most Powerful Woman in Asia dari ‘ Globe Asia Magazine’.

       10.Najwa Shihab


Gaya bicara Najwa Shihab sangat cerdas dengan sorot matanya yang penuh selidiki. Beberapa tokoh besar di negri ini bahkan sempat kelabakan menjawab pertanyaan jurnalis kelahisan Makassar, Sulawesi Selatan, 16 September 1977 ituh. Nama besarnya kini bukan karena ketenaran nama ayahnya,Quarish Shihab. Dia justru berkerja keras menjadi jurnalis sehingga karirnya sangat cemerlang seperti sekarang.

Nama Najwa mulai dikenal masyarakan saat membawa berita dilokasi bencana Tsunami Aceh tahun 2004. Emosinya yang meluap seketika itu menyentuh perhatian masyarakat Indonesia. Ia kemudian terpilih menjadi jurnalis terbaik Metro TV pada 2006.

Karir Najwa kian menanjak dan menginsprirasi banyak orang. Ia pun meraih beberapa penghargaan, seperti; Tevision Awards (ATA) 2011, Young Global Leder (YGL) dari Words Economic Forum (WEF) 2011, dan Presenter Talkshow Berita dan Informasi Terfavorit Panasonic Awards 2015.

Read 575 times Last modified on Last modified on March 14 2017

Tentang Kami

Salam Halo Selebriti, jangan lupa selalu stay di depan TV nonton HALO Selebriti di SCTV setiap hari Senin s/d Kamis pukul 09.00-10.00 wib.

Follow : @haloselebs

- Disklaimer -

Halo Selebriti on Twitter