Dalami Peran Jadi Kakak Tiri Kartini, Adinia Wirasti Pakai Jarit Setiap Hari Dalami Peran Jadi Kakak Tiri Kartini, Adinia Wirasti Pakai Jarit Setiap Hari

Dalami Peran Jadi Kakak Tiri Kartini, Adinia Wirasti Pakai Jarit Setiap Hari

Published in Film Written by  April 03 2017 font size decrease font size increase font size
Rate this item
(0 votes)

HaloSelebriti.NET-Jakarta- Mengawali karir di dunia film lewat perannya sebagai Karmen dalam film laris Ada Apa Dengan Cinta?, Adinia Wirasti terus melaju menjadi salah satu aktris papan atas Indonesia. Kematangan akting Asti (panggilan akrab), juga dibuktikan lewat prestasinya meraih dua Piala Citra: pertama sebagai Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di film Tentang Dia(2005), dan Pemeran Utama Wanita Terbaik di film Laura & Marsha(2013).

Namun, kini Asti ikut berpartisipasi dalam film Kartini sebagai Soelastri, kakak tiri Kartini, yang mempunyai peran penting dalam menentukan arah langkah hidup Kartini. Demi untuk lebih mendalami perannya sebagai Soelastri, Asti rela mengenakan jarit kebaya setiap hari. Hal itu diakuinya sangat berbeda.



“Bagaimana memerankan Soelastri? Ya banyak ngobrol dengan mas Hanung dan Dian, bagaimana gagasan mereka tentang Kartini itu seperti apa, lalu saya tinggal menariknya ke tokoh Soelastri yang saya perankan. Tapi kita tidak bisa sembarangan seperti mengarang bebas karena bagaimanapun tokoh ini nyata, dulu pernah ada. Selain itu, selama masa persiapan, saya pakai jarit setiap hari. Karena itu memberikan rasa yang berbeda,” kata Adinia Wirasti dalam press realese yang diterima HaloSelebriti.NET, Jakarta, Senin (3/4/2017) siang.

Peran Soelastri sendiri cukup menantang buat Asti, terlebih mengingat sedikitnya referensi yang bisa didapatkan mengenai tokoh ini. Meski begitu, Asti pun tak ingin terpaku dengan refensi-refensi tersebut. Ia mengaku lebih banyak bertanya kepada orang-orang yang lebih mengenal sosok Soelastri.



“Tantangannya yaitu membuat kebiasaan seperti tidak biasanya, melakukan kebiasaan yang asing buat saya pribadi. Kebiasaan-kebiasaan yang harus dipikirkan dulu karena jangan sampai salah karena belum tentu kebiasaan itu ada pada masa itu. Harus selalu berkomunikasi dengan orang-orang yang lebih banyak melihat contoh-contoh foto, gambar. Namun demikian, foto Soelastri juga hanya ada dua atau tiga foto,” ungkapnya.

Selain itu, cara bertutur Soelastri juga menjadi catatan tersendiri buat Asti. Menurutnya, tutur bahasa Jawa tentu terasa berbeda. Asti juga tak mau sembarangan menggunakan dialeg Jawa.

“Aksen Jawa itu tidak bisa dibuat-buat. Njawani itu dari dalam, jadi kalau sudah dari dalam otomatis medoknya keluar, otomatis cengkoknya keluar. Harus mengerti esensi menjadi Jawa itu apa, cara berjalan orang Jawa itu apa. Bilang iya seperti orang Jawa dan bilang enggak seperti orang Jawa itu beda dengan orang Sumatera yang bilang iya atau enggak. Itu yang harus dimengerti,” ujarnya.

Setelah menjalani proses panjang syuting Kartini, Asti mempunyai kesan tersendiri terhadap pahlawan perempuan ikonik Indonesia ini.

“Kartini menjadi pahlawan karena berkat Kartini hidup kita sebagai perempuan sekarang ini jauh lebih mudah. Kita bisa menyuarakan apa yang kita pikirkan, kita bisa berkarya. Pilihan perempuan menjadi lebih banyak, mau berkarya atau berkarya sambil menjadi ibu rumah tangga misalnya. Buat saya, itulah highlight dari Kartini. Kartini dan saudara-saudara perempuannya telah memberi jalan terang bagi perempuan-perempuan,” tutupnya.

Seperti apa peran Adinia Wirasti sebagai Soelastri? Saksikan film Kartini yang akan tayang mulai 19 April 2017, di bioskop-bioskop seluruh Indonesia.

Read 555 times Last modified on Last modified on April 04 2017

Tentang Kami

Salam Halo Selebriti, jangan lupa selalu stay di depan TV nonton HALO Selebriti di SCTV setiap hari Senin s/d Kamis pukul 09.00-10.00 wib.

Follow : @haloselebs

- Disklaimer -

Halo Selebriti on Twitter