Mie Ongklok merupakan salah satu Kuliner di Wonosobo Dieng yang wajib di coba. - Foto by google Mie Ongklok merupakan salah satu Kuliner di Wonosobo Dieng yang wajib di coba. - Foto by google

Camilan Khas Dieng yang Bikin Gak Berhenti Ngunyah

Published in Food Written by  September 30 2016 font size decrease font size increase font size
Rate this item
(0 votes)

 

HaloSelebriti.NET-Jakarta- Mengunjungi Dieng rasanya kurang lengkap jika tak mencicipi beragam kuliner khas setempat. Masyarakat Dieng tidak hanya menjual komoditas pertanian dalam bentuk mentah, tapi juga berkreasi dengan cara mengolahnya menjadi camilan siap santap. Berikut beberapa kuliner yang bisa dinikmati di Dieng, Banjarnegara, maupun Wonosobo, seperi dikutip dieng.id

1. Carica



Buah yang juga dikenal sebagai papaya gunung ini diolah penduduk local menjadi beragam jenis camilan atau makanan. Mulai dari manisan dalam botol, keripik, dodol, hingga sirup. Buah ini banyak diburu wisatawan sebagai oleh-oleh. Harga eceran carica mulai Rp4 ribu hingga Rp30 ribu.


2. Dendeng Gepuk



Makanan khas Wonosobo yang terbuat dari daging sapi pilihan ini patut Anda coba. Dendeng Gepuk bisa didapatkan di pusat oleh-oleh khas Wonosobo yang ada di sekitar pusat kota. Harganya cukup murah, mulai dari sekitar Rp100 ribu per kotaknya.


3. Purwaceng



Purwaceng merupakan tumbuhan berkhasiat seperti gingseng dan memiliki rasa pedas. Tanaman dengan nama ilmiah Pimpinella Pruatjan ini tergolong tanaman langka. Pembudidayaannya pun cukup sulit. Masyarakat setempat sering kali menikmati hangatnya Purwaceng di pagi hari. Purwaceng sering disebut sebagai viagra tradisional atau viagra Indonesia. Selain untuk meningkatkan stamina, purwaceng juga sangat bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah, menghangatkan tubuh, mengobati masuk angina, cacingan, dan antibakteri.


4. Kacang Dieng



Kalau di Dieng dengan ada orang bilang “kacang babi” itu adalah kacang Dieng yang berasal dari tumbuh-tumbuhan sejenis kacang-kacangan yang hanya tumbuh dengan baik di dataran tinggi Dieng. Kacang ini memiliki bentuk unik, besar, dan melebar serta bagian tengahnya berwarna hitam. Masyarakat Dieng dan sekitarnya lebih sering menyebut dengan istilah kacang babi, sedangkan di kalangan wisatawan menyebutnya dengan istilah kacang Dieng.


5. Mie Ongklok



Ongklok sebenarnya anyaman bamboo yang dipakai untuk membantu perebusan mi. bakmi atau mi rebus khas kota Wonosobo ini banyak dijajakan di berbagai warung dan rumah makan. Pedampingnya biasanya sate sapai, tempe kemul, dan keripik tahu. Saat weekend, pengunjung harus bersabar dan rela antre untuk menikmati mi ongklok yang mampu menggoyang lidah.


5. Opak Singkong



Opak singkong atau Opak Kucai adalah camilan khas daerah Kalibeber, Kabupaten Wonosobo. Makanan ini dibuat dari bahan dasar singkong, yang direbus dan ditambah sedikit kucai serta garam secukupnya, lalu ditumbuk hingga alus, kemudian dipipihkan dan dijemur. Setelah kering siap untuk digoreng. Rasanya asin dan gurih, cocok untuk camilan teman ngopi atau ngeteh.


7. Keripik Jamur



Di masa lalu, masyarakat Dataran Tinggi Dieng memanfaatkan jamur sebagai bahan makanan basah atau makanan kaleng. Seiring berjalannya waktu, inovasi dunia kuliner semakin berkembang sehingga masyarakat mengolah jamur menjadi keripik. Jika penasaran, segera bergegas ke dataran tinggi Dieng unutk mendapatkan keripik jamur.


8. Teh Tambi



The ini dibuat dari pucuk daun teh (Pecco Souchon) unggul yang ditanam di ketinggian 4.500 kaki dari permukaan laut dan diproses secara higienis. Aroma dan warnanya sangat kuat. The Tambi merupakan salah satu teh yang kualitas dan mutunya memenuhi semua masyarakat sebagai legenda teh sejati.


9. Tempe Kemul



Dari namanya “tempe” dan “kemul”, “kemul” memiliki arti selimut. Jadi tempe kemul ialah tempe selimut atau tempe yang diselimuti dengan tepung. Tempe kemul berbeda dengan tempe mendoan. Tempe kemul lebih banyak tepungnya, sehingga lebih keras disbanding mendoan. Untuk mempercantik hidangan biasanya akan ditambahkan daun kucai supaya terlihat menarik. Tempe kemul biasanya disajikan sebagai teman minum teh tambi atau purwaceng.

Read 1372 times

Tentang Kami

Salam Halo Selebriti, jangan lupa selalu stay di depan TV nonton HALO Selebriti di SCTV setiap hari Senin s/d Kamis pukul 09.00-10.00 wib.

Follow : @haloselebs

- Disklaimer -

Halo Selebriti on Twitter