Potensi Kaum Difabel dalam Dunia Kerja

Posted by  Halo Selebriti | August 30 2018

KELLY Services Indonesia yang merupakan salah satu perusahaan perekrutan terbesar di Asia Pasifik yang menyediakan end-to-end HR solutions yang komprehensif, kembali membuka kesempatan kepada kaum difable untuk memasuki dunia kerja baik di perusahaan lokal maupun multinasional yang ada di Indonesia.

Meski pemerintah sudah menerapkan UU No.​4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat yang mewajibkan penyedia kerja memberikan kuota satu persen (1%) bagi difabel sebagai bagian dari tenaga kerja mereka dan kemudian diperkuat dengan UU No.8 Penyandang Difabel yang disahkan pada 2016 yang mewajibkan Badan Usaha Milik Negara mempekerjakan difabel paling sedikit dua persen (2%) dari jumlah pekerjanya, namun masih sedikit sekali perusahaan yang mengetahui aturan tersebut.

Adalah Bernadette Themas, Managing Director & Country Head KELLY Services Indonesia yang mengatakan bahwa, “salah satu target program CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan kami pada umumnya dengan memberikan edukasi dan pelatihan. Sasaran masyarakatnya adalah kaum difabel, marjinal dan keluarga miskin. Apalagi hal ini juga sejalan dengan bisnis KELLY Services Indonesia yang menjadi fasilitator tenaga kerja bagi berbagai perusahaan.”

“CSR sudah menjadi bagian dari program tetap bisnis kami di Indonesia,” imbuh perempuan yang punya hobi diving ini. Dengan semboyan, “To Love and To Give” KELLY Services Indonesia senantiasa mengajak karyawan untuk berpartisipasi dalam program ini.

Setiap orang memiliki kemampuan dan talent unik untuk berkontribusi, dan sepatutnya tidak ada halangan apapun untuk menunjukkannya pada dunia. Begitupun kaum difabel (different ability) yang memiliki beberapa kekurangan dalam tubuhnya. Walaupun begitu, kaum difabel pun merupakan manusia yang harus dihargai dan dihormati serta dipenuhi haknya.

KELLY Services Indonesia sendiri dalam bisnisnya juga telah mempekerjakan difabel daksa dan difabel rungu. Pekerjaan yang ditawarkan untuk difabel daksa menjadi resepsionis dan telemarketing serta difabel rungu adalah administrasi. Hal ini didukung dengan data berupa keunggulan tenaga kerja difabel ini ketimbang tenaga kerja lainnya. Mungkin karena mereka lebih sensitive, tekun atau kreatif dalam suatu hal.

Dalam aktivitas ini kami juga bersinergi dengan beberapa klien yang juga ikut langsung melakukan proses wawancara dan berharap mendapat potensial calon karyawan untuk dipekerjakan pada perusahaan mereka.

 

            

 

 

Redaksi  | Pedoman Media Cyber  | Kontak Pos  | Info Iklan 

Copyright @2018 - HaloSelebriti. All Right Reserved