Connect with us

Lifestyle

4 Sikap Orang Tua Ini Tanpa Disadari Bisa Bunuh Karakter Baik Pada Sang Anak!

Published

on

Sebagai orangtua pastinya menginginkan semua anaknya miliki karakter baik. Dan karaktek baik ini bisa dilihat dan dibentuk dari kecil. Karena itu sebagai orangtua penting untuk tetap menyisipkan pelajaran berharga dalam setiap kesempatan yang ada antara orang tua dan sang anak. Kesempatan itu tentu saja harus digunakan sebaik mungkin dengan memperhatikan setiap kejadian yang dialami sang anak lalu  memberikan perlakuan dan bimbingan yang baik kepada si anak.

Dan semua ini pilihan, kalau ingin karakter baik pada sang anak mau tumbuh dengan baik, maka perlu kerjasama dengan orangtuanya. Karena meski hasrat hati setiap orangtua ingin memberikan bimbingan dan contoh yang baik kepada anaknya, namun sayangnya banyak juga orangtua yang gagal memberikan teladan yang benar sehingga potensi-potensi baik pada anak  juga gagal berkembang, bahkan lebih jauh bisa membunuh karakter baik pada si anak.

Supaya pembunuhan karakter ini tidak terjadi pada anak, maka hindari 4 sikap yang salah dari para orangtua. Sikap yang mungkin tidak disengaja, tapi dampaknya bisa memperburuk karakter anak (seperti terangkum dari berbagai sumber), berikut ini:

  • Tanpa disadari sering menolak pemberian sang anak.

Seharusnya sebagai orangtua bangga saat melihat anaknya yang masih kecil sudah mau memberikan kepunyaannya pada orang lain. Hal itu  menunjukkan bahwa sudah ada bibit ketulusan berbagi dalam hatinya. Namun sayang, bibit tersebut sering dimatikan oleh orangtua atau orang-orang terdekatnya dengan menolak langsung pemberian sang anak.

Karena itu  hindari sikap menolak langsung pemberian tersebut. Kamu bisa melihat responnya, sang anak langsung down dan perubahan ekspresinya jelas terlihat di wajahnya. Ia akan sedih sekali. Dan jika memang ingin menolak pemberiannya. maka lakukan secara halus. Caranya: terima saja dulu pemberiannya sambil mengucapkan terima kasih, baru setelah itu bisa membuang atau menyimpan barang pemberian sang anak setelah ia pergi.

Intinya, sebagai orangtua harus tetap memberikan apresiasi kepada sang anak sekalipun menganggap barang pemberiannya itu tidak penting dan berguna. Rasa apresiasi yang sudah diberikan itu bisa membuatnya anak  berguna buat orang lain karena bisa berbagi dengan orang di sekitarnya.

Sering Mengacuhkan ceritanya.

Cerita dari anak kecil kadang membuat orangtua merasa kurang tertarik untuk mendengarkannya, dan mereka lebih asyik dengan telepon genggamnya. Tentunya tindakan ini tidak baik karena sudah seharusnya orangtua paham bahwa jauh lebih penting mendengarkan cerita sang anak dari pada sibuk dengan telepon genggam atau kesibukan lainnya. Padahal dengan bercerita, seorang anak kecil sedang mempelajari banyak hal, yaitu ia bisa belajar  mengekspresikan dirinya, mengasah ingatannya dan meningkatkan kemampuan verbalnya. Dengan begitu jika didengarkan ceritanya dengan penuh perhatian, itu berarti sebagai orangtua sudah mengajarkan semua hal tersebut kepada sang anak, termasuk mengajarkan pentingnya  menjadi seorang pendengar yang baik.

  • Selalu memarahi saat sang anak melakukan kesalahan.

Banyak orangtua yang tidak bisa menahan emosinya saat si anak melakukan kesalahan. Saking emosinnya membuat orangtua memahari sang anak dengan bentakan. Sikap ini sebenarnya hanya merugikan orangtua dan anak. Suasana hati orangtua jadi buruk dan  mental anak juga akan rusak. Satu bentakan dari orangtua bisa mematikan jutaan sel saraf pada otak anak. Sementara itu sel otak yang lainnya akan merekam kemarahan itu, membawanya dalam ingatan hingga ia dewasa nanti.

Untuk menghindarinya, orangtua dapat merubah kemarahannya itu dengan menjadikannya kesempatan untuk mengajarkan banyak hal pada anak. Seperti bagaimana bersikap yang baik dan bertutur yang baik. Dan tidak langsung memarahinya saat anak melakukan kesalahan itu juga sudah mengajarkan kepada anak tentang sifat memaafkan.

  • Langsung memberikan pembelaan kepada sang anak.

Sebagai orangtua sikap mau melindungi dan membela sang anak memang sangat besar. Namun bukan berarti sang anak bisa langsung dibela atas semua yang dilakukannya, tetap saja harus melihat akar masalahnya dan kalau sang anak memang ternyata bersalah jangan langsung dibela.

Biasanya sang anak memilki konflik dengan temannya. Karena masih memiiliki ego yang sama-sama tinggi dan masih belum bisa menyelesaikan masalah, seringkali konflik tersebut berujung kepada permusuhan. Dan orangtuanya langsung membela sang anak dan melarang anak  bermain lagi dengan temannya itu. Tindakan ini tidak baik dan  bisa berdampak buruk pada perkembangan mentalitas anak. Sebaiknya kamu tunjukan rasa simpati pada masalah si anak, selanjutnya tetap memberitahu pentingnya teman dan sikap saling memaafkan kepada sesama.

Itulah 4 sikap buruk orangtua  yang bisa membunuh karakter baik pada anak. Jadi mulai sekarang  hindari sikap yang justru merugikan orangtua dan juga sang anak tersebut.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *