Connect with us

Selebriti

Akhirnya Gisel Minta Maaf dan Komnas Perempuan,”Gisel Harusnya Dilindungi, Bukan Dihukum”

Published

on

Usai aksi bungkam yang dilakukannya, akhirnya Gisella Anastasia alias Gisel angkat bicara juga atas kasus video syurnya dengan Michael Yokinobu De Fretes, Rabu, 6 Januari 2021 kemarin.  Bertempat di salah satu hotel berbintang di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan. Mantan isteri Gading Martin itu akhirnya meminta maaf atas kesalahannya dan mengaku menyesali perbuatannya tersebut.

Gisel angkat bicara juga atas kasus video syurnya bertempat di hotel berbintang di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan. (Foto: Dokumentasi)

Permohonan maaf Gisel tersebut dilakukannya 2 hari jelang dirinya menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus video asusila bersama Michael pada tahun 2017 silam. Sedangkan Michael diketahui sudah lebih dulu diperiksa sebagai tersangka  pada Senin, 4 Januari 2021 silam. Hasilnya, Michael hanya dikenakan wajib lapor diri setiap hari Rabu. Terkait ditahan atau tidaknya, masih menunggu hasil pemeriksaan Gisel yang akan diperiksa penyidik Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada esok hari, Jum’at, 8 Januari 2020.

Usai pemeriksaan Gisel nanti,  penyidik akan mengadakan gelar perkara kasus video asusila mereka tersebut untuk menentukan status penahanan Gisel dan Michael. Sementara itu Rabu kemarin, Michael tidak terlihat melakukan lapor diri seperti yang diwajibkan polisi.

Kombes Pol Yusri Yunus. (Foto: Dokumentasi)

“Setiap hari Rabu akan datang  sambil menunggu hasil pemeriksaan dan akan digelar perkara. Saudara MYD memenuhi panggilan untuk menjalani pemeriksaan sampai dengan pukul 22.00 selesai pemeriksaan, yang bersangkutan kita kasih uang dan wajib lapor sampai menunggu hasil penyidikan saudari GA yang nggak bisa hadir jadi diundur hingga Jum’at nanti akan hadir pada pukul 10.00 WIB,”ujar Kombes Pol. Yusri Yunus (Kabid Humas Polda Metro Jaya).

Sementara itu Komisi Nasional Perempuan beraksi dengan ditetapkannya status Gisel sebagai tersangka dalam kasus video syur berdurasi 19 detik itu. Komisioner Komnas perempuan, Mariana Amiruddin menilai langkah polisi menetapkan Gisel sebagai tersangka dalam kasus video asusila yang menghebohkan itu tidaklah tepat. Menurutnya, Gisel adalah korban dari penyebaran konten pribadi miliknya.

Mariana Amiruddin Komisioner Komnas Perempuan. (Foto: Dokumentasi)

“Sebetulnya kalo Komnas Perempuan melihat GS tidak bersalah. Kami berharap tidak melalui proses-proses itu termasuk penahanan. Kalo soal tahanan perempuan ada aturan khusus terutama  bagi yang punya anak, ada juga hal kesehatan perempuan di lapas. Kalo nggak  kami sendiri kami berharap melalui semua supaya lebih baik karena dia korban karena materi pribadinya disebarkan oleh pihak lain,” ujar Mariana Amiruddin (Komisioner Anti Kekerasan Terhadap Perempuan/ Komnas Perempuan).

Alasan Gisel sebagai korban tersebut membuat Gisel harusnya dilindungi dan bukan dihukum. Karena itu dalam perannya untuk melindungi dan memperjuangkan hak perempuan, Komnas masih menunggu adanya pengaduan dan akan memberi rekomendasi Gisel sebagai korban.

“Kami sudah menyatakan pendapat kita ke media, itu sudah bentuk advokasi artinya bahwa dengan  adanya pemberitaaan masyarakat dan aparat memahami nggak kondisi yang harus dilindungi dan bukan hukuman. Langkah kongkritnya kami tunggu, kalo  ada  pegaduan akan kami beri rekomendasi GA  sebagai korban,”ungkap Mariana Amiruddin.

Meski tidak mengenal dekat secara pribadi sosok Gisel, namun dukungan moril tetap diberikan Komnas kepada ibu satu anak itu. Menurut Mariana, hal tersebut merupakan urusan pribadi Gisel dan sebagai masyarakat jangan terlalu ikut campur urusan orang lain, termasuk urusan artis. Selain itu berhenti untuk membicarakan hal negatif orang lain karena semua manusia ada khilaf dan salahnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *