Connect with us

Selebriti

Ditunjuknya Nagita Slavina Sebagai Ikon Pon XX Papua Menuai Pro dan Kontra

Published

on

Pro dan konta ditunjukkan masyarakat dan juga dari kalangan selebriti pasca ditunjuknya  Nagita Slavina sebagai ikon PON dua puluh (XX). Tidak hanya itu hal ini juga menjadi perbincangan hangat di sosial media. Semua ini bermula dari postingan komika  Arie Kriting yang menyatakan pendapatnya tentang menghadirkan perempuan asal Papua sendiri yang seharusnya menjadi ikon Pon Papua. Arie mengusulkan agar panitia menunjuk wanita asal Papua untuk menemani Boaz Solossa sebagai Duta PON 20.

Menurut Arie juga dengan didapuknya Nagita sebagai ikon dapat mendorong cultural appropriation dan menjadi kontroversi. Lebih dari itu pro dan kontra yang berlanjut pun memunculkan petisi yang berjudul melawan kultural apropriasi pada PON Papua 20.

Disinggung soal alasan Arie mengunggah protes lewat akun sosmednya, salahsatunya dirinya hanya berusaha menampung dan menyalurka n apriasi dari teman-temannya yang berasal dari Papua. Selain itu membantu untuk menjawab dan menyuarakan pendapat dari rekan-rekannya. Untuk ini  ia banyak yang mensupport  pendapatnya sekaligus kritikannya itu.

Arie Kriting. (Foto: DOkumnentasi)

“Pokoknya saya punya abang-abang minta bantu suarakan ya saya suarakan. Saya  hanya menyampaikan keluh kesah. Saya hanya bantu sampaikan saja, bisa tanya lebih jelas sama kakak-kakak dari Papua juga. Ya nggak apa-apa pro dan kontra, saya senang ada beberapa yang support gitu, kita doakan sajalah kami hanya menyampaikan aspirasi. Tanya mereka juga. Seperti Nowela Putrid an banyak banget lainnya,” jelas Arie Kriting.

Diantara kalangan selebriti yang ikut memberikan komentar di instagram Arie Kriting yang ternyata juga akhirnya ia pun  menjadi sasaran netizen adalah Augie Fantinus. Dari polemik ditunjuknya Nagita sebagai ikon PON Papua 20, Augie mengaki bukan tidak setuju Nagita karena isteri Raffi Ahmad itu miliki followers yang banyak. Bahkan Augie malah tidak setuju kalau Nagita diganti karena ditunjuknya Nagita pasti sudah penuh pertimbangan sebelumnya. Jadi hanya panitia yang bisa memutuskan,berhak menetapkan atau mengganti. Tapi menurut Augie alangkah baiknya juga kalau ada perempuan Papua yang juga dijadikan duta.

Augie Fantinus. (Foto: Dokumentasi)

“Gue adalah yang  salah satu ikutan komentar di instragramnya Arie Kriting, iya setuju sebatas gue berpendapat bukan tidak setuju dengan Nagita Slavina, tapi alangkah baiknya ada perempuan Papua yang juga dijadikan duta. Netizen begitu menyerang, tapi buat gue itu hanya bagian dari berpendapat. Perempuan lain di bidang entertainment yang  bisa mewakili mereka,”ungkap Augie Fantinus.

“Buat gua jangan  diganti karena Nagita dan temen artis lain yang  punya pengaruh besar. Yang menentukan kan panitia PON, balik lagi yang  menentukan mereka,”sambung Augie Fantinus.

Sedangkan perempuan asal Papua sendiri yang ikut berkomentar adalah Martha Fakdawer. Martha tidak mempermasalahkan ditunjuknya Nagita sebagai bentuk kampanye dan promosi karena hal itu dapat menarik minat masyarakat luas. Namun dirinya juga mengungkapkan sudah banyak wanita Papua yang layak untuk dijadikan ikon maupun duta untuk gelaran olahraga nasional itu. Martha juga menyebutkan nama Nowela yang dianggapnya cocok mewakili perempuan Papua.

Martha Fakdawer. (Foto: Dokumentasi)

“Dari  saya pribadi saya untuk pemasaran nggak apa-apalah. Banyak juga orang Papua yang mampu bisa jadi duta dan ikon PON Papua ini. Ya kalo dari Kak Raffi dan Nagita mengkampanyekan saja sih nggak apa-apa. Sudah cukuip layak perempuan Papua dijadikan ikon PON Papua ini.  Menurut aku kak Nowela sih, kenapa nggak  kak Nowela aja sebagai ikon PON Papua 20 gitu,”ujar Martha Fakdawer.

Namun  dibalik polemik ini, Martha  berharap agar PON Papua 20 bisa berjalan dengan lancar dan sukses. Dan menghasilkan atlit-atlit bertalenta yang nantinya dapat mengharumkan nama Indonesia.

“Ya saya harap PON Papua 20 bisa berjalan lancar dan sukseslah pokoknya,”harap Martha Fakdawer.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *