Connect with us

Selebriti

Gagal Jemput Kedua Buah Hatinya, Tsania Marwa Sangat Sedih dan Inginkan Keadilan!

Published

on

Perseteruan antara Tsania Marwa dengan mantan suaminya Atalarik Syach tak kunjung usai. Meski sudah resmi bercerai dan memenangkan hak asuh anaknya, Tsania ternyata belum bisa menjemput kedua anaknya yang berada di kediaman Atalarik di daerah Cibinong, Jawa Barat bersama tim pengadilan pada 29 April 2021 lalu. Tsania gagal menjemput kedua anaknya,  Syarif Muhammad Fajri dan Aisyah Shabira

Kedua anaknya itu takut dibawa paksa dan mengunci diri di dalam kamar. Tsania pun mengungkapkan kekecewaannya ketika  pertemuannya dengan anak-anak harus berubah menjadi isak tangis akibat teriakan dan hasutan dari pihak Atalarik. Bahkan  pihak dari Panitra pelaksana Pengadilan Agama Cibinong pun mengaku gagal untuk membujuk dan menengahi konflik yang terjadi saat itu.

Dede Supriyadi (Panitra Pelaksana PA Cibinong). (Foto: Dokumentasi)

“Hari ini kita gagal menjemput anak ke bu Tsania Marwa kita sudah berusaha masuk kamar harus manis, harus persuasif. Kita udah masuk tapi anaknya meronta ronta,”ujar Dede Supriyadi (Panitra Pelaksana PA Cibinong).

“Sebenernya gini loh, saya tuh udah sempet punya momen sama anak saya, anak saya udah baik banget sama saya, minta disuapin kasih sayangnya berasa banget deh, tapi tiba tiba ada provokasi,ya udah teriak teriak semua. Ketemu langsung udah pelukan udah ciuman, akhirnya ada provokasi. Iya saya kecewa banget lah, kecewa banget yah karna ini udah jelas putusan tapi dipersulit,”sambung Tsania Marwa.

Sebagai seorang ibu, hatinya pun menjerit dan ia pun meluapkan kesedihan karena merasa tidak adanya keadilan baginya. Dari  saat awal kedatangan dirinya sudah banyak larangan, seperti tidak boleh bawa tas dan mainan anak dan tidak boleh merekam, sedangkan pihak keluarga Atalarik sangat ramai hingga membawa media. Tsania mengaku kaget dan tidak menyangka bahwa anaknya mengira kedatangannya untuk menculik mereka.

Tsania Marwa. (Foto: Dokumentasi)

“Memang hari ini jadwal eksekusi anak saya.  Pas banget di bulan ramadhan ini di April. Akhirnya udah, dengan 3 catatan itu yah, saya nggak boleh bawa tas, nggak  boleh bawa mainan anak dan nggak boleh ngerekam. Udah ada media yang udah standby dengan semua kameranya. Pak maaf, ini pada ngerekam semua yah, ini kan rumah kami, jawabannya gitu. Begitu kita masuk saya nanya dong, kok di kunci kamarnya? rame-rame ada polisi. Jadi kalo misalnya udah tau saya mau datang, dipersulit prosesnya,”jelas Tsania Marwa.

“Katanya umi mau ngapain, umi mau nyulik aku yah? kata Sabira, dari anak itu sendiri gitu loh. Umi cuma mau main doang, sekarang saya bisa apa gitu. Anak saya nggak mau keluar. Saya udah takut anak saya kaya gimana. Lari ke kamarnya sambil nangis. Ya udah deh saya ngalah dulu nih hari, walaupun saya kecewa banget, yang terbaik untuk anak aku gitu,”sambung Tsania Marwa sedih.

Kejadian itu membuat Tsani kembali harus berlapang dada. Tsania  hanya memohon keadilan dan ketegasan karena dia sudah merasa sangat bersabar mengikuti proses yang menurutnya cukup alot.  Atalarik sebelumnya juga sudah menyatakan bahwa dirinya akan menghormati upaya hukum yang ada. Untuk itu Tsania tetap berharap untuk eksekusi selanjutnya bisa berjalan lancar. Baginya, yang terpenting adalah tetap menjaga psikis dari anak-anaknya.

“Ini alot dan orang akan berfikir kok alot banget sih. Harus ada kesabaran deh. Jujur saya udah capek banget saya udah lelah banget, saya udah pasrah deh. Untuk aparat pemerintahan yang terlibat, saya mohon keadilannya untuk saya. Ditegakkanlah keadilan dan hukum ini,”tandas Tsania Marwa.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *