Connect with us

News

Ikuti Staso, Anak Didi Kempot dari Yan Vellia, Saka dan Seika Gandeng Betrand Peto

Published

on

Dua buah hati  Didi Kempot Saka dan Seika yang berkolaborasi dengan Betrand Peto Putra Onsu telah merilis single ‘Bapak’ ciptaan Didi Kempot. Dan single yang telah tayang perdana hari ini 20 Juni 2020 di youtube MOP Channel itu telah ditonton sebanyak lebih dari 700 ribu viewer sejak 9 jam ditayangkan.

Kolaborasi Betrand Peto dengan anak Didi Kempot. (Foto: Youtube/Beepdo)

Sepertinya feeling Yan Vellia sebagai Ibu dari Saka dan Seika memasangkan kedua anaknya berkolaborasi dengan Betrand Peto sangatlah tepat. Ternyata alasan Yan Vellia memilih anak Ruben Onsu itu dilakukannya secara spontan.

Launching album Kolaborasi anak Yan Vellia dan Bertrand Peto. (Foto: Youtube/Beepdo)

“Alasannya spontan, waktu itu sahabat saya mengucapkan belasungkawa sama saya dan spontan kita ngobrol dan berencana untuk mengkolaborasikan anak-anak saya dengan koko Betrand. Alasaannya ya pengin reuni aja sama Ruben Onsu,” jelas Yan Vellia.

Sedangkan kenapa memilih lagu ‘Bapak’ salah satu sebabnya karena lagu tersebut merupakan salah satu lagu yang terdapat dalam album kompilasi yang baru saja dirilis Yan Vellia. Isteri Didi Kempot yang merupakan pedangdut asal Semarang ini memang semasa sering berduet dengan Didi Kempot semasa hidupnya. Jadi tidak heran kalau Yan Vellia ikut ambil bagian dalam mengenang sosok Didi Kempot lewat album kompilasinya tersebut.

“Tadinya saya sodorkan beberapa lagu tapi Koko Betrand memilih tidak bertema cinta, makanya kami  pilih lagu “Bapak” untuk mengenang  Bapak, Didi Kempot,” ujar Yan Vellia.

Sedangkan seperti apa album kompilasinya itu tercipta dan apa yang mendasari kedua anaknya, Saka dan Seika ikut dalam album kompilasi ini, Yan Vellia dengan tegas mengatakan ia teringat akan pesan Almarhum Didi Kempot. Lagu Jawa tidak harus dibawakan oleh orang Jawa.

“ Kebetulan waktu idenya saya ketemu Ruben Onsu, saya diajarkan sama Almarhum Didi Kempot, beliau pernah menggandeng Ayub Antoh pesepakbola dari Papua alias  mencari yg bukan orang Jawa Tengah. Nah Betrand juga, dia harus mengenal logat Jawa dan harus mengerti artinya karena seorang penyanyi harus mengerti isi lagunya itu untuk menyesuaikan nadanya. Tehnisnya gampang, diambil di  studio kami yang di Sragen terus kita kirim ke Betrand, dan akhirnya disesuaikan dengan Saka dan Saika,” papar Yan Vellia.

Yan Vellia juga menjelaskan kalau lagu ini sebelumnya sudah dinyanyikan Sang Maestro untuk dedikasinya kepada bapaknya atau kepada kakek Saka dan Seika. Sedangkan harapannya, Yan Vellia berharap agar lagu “Bapak” ini bisa sukses dan diterima masyarakat luas.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *