Connect with us

#BersamaLawanCovid19

Konsistensi Penanganan Kasus Covid 19 Berdampak Baik

Published

on

Sumber gambar : covid19.go.id

Konsistensi penanganan kasus Covid 19 berdampak meningkatkan kesembuhan dan menurukan kematian kasus Covid 19 di Indonesia. Disiplin dan patuhi selalu protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun untuk pencegahan dan perlindungan diri dari paparan virus covid 19.

Peta zonasi risiko terkini menunjukkan adanya peningkatan jumlah daerah yang masuk zona merah atau risiko tinggi Covid-19. Per 14 Februari 2021, jumlahnya meningkat dari 43 menjadi 44 kabupaten/kota. Zona oranye atau risiko sedang meningkat dari 346 menjadi 359 kabupaten/kota. Sebaliknya zona kuning atau risiko rendah jumlahnya menurun dari 109 menjadi 96  kabupaten/kota. Lalu pada zona hijau tidak ada kasus baru jumlahnya menurun dari 12 menjadi 11 kabupaten/kota. Dan zona hijau tidak terdampak jumlahnya tetap yaitu 4 kabupaten/kota. “Meskipun pada minggu ini terjadi penurunan kasus, namun zonasi tetap mengalami pergeseran ke zona yang lebih berisiko. Ini menunjukkan bahwa penurunan kasus saja, tidak cukup membuat sebuah kabupaten/kota bergeser zonasinya ke arah yang kurang berisiko,” Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Selasa (18/2/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. Diperlukan konsistensi dalam upaya penanganan kasus yang ada, agar dapat menurunkan kematian dan meningkatkan kesembuhan. Selain itu, testing dan tracing menjadi salah satu indikator yang mempengaruhi tingkat risiko penularan di suatu daerah (Dilansir dari covid19.go.id).

Bijaklah dalam menerima informasi terkait Covid 19, jangan mudah percaya dengan berita yang belum jelas kebenarannya dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Disiplin dan patuhi selalu protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun untuk pencegahan dan perlindungan diri dari paparan virus covid 19. Tetap selalu menerapkan protokol kesehatan 3M (Memakai masker, menjaga jarak & menghindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan air mengalir & sabun).

 

 

 

Penulis : Dewi PermataSari

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *