Connect with us

Selebriti

Lapor Diri, Gisel dan Nobu Datang Terpisah dan Sudah Tidak Saling Komunikasi

Published

on

Gisella Anastasia alias Gisel dan Michael Yukinobu De Fretes alias Nobu sama-sama lakukan kewajiban mereka untuk lapor diri ke Polda Metro Jaya atas kasus video syur mereka yang sempat menghebohkan masyarakat. Mereka datang ke Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada 10 Januari 2021 kemarin. Kedatangan mereka tersebut guna memenuhi wajib lapor setelah tidak dilakukan penahanan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Keduanya diwajibkan lapor dua kali seminggu Senin dan Kamis.

Kedua tersangka ini tiba di Polda Metro Jaya tidak bersamaan, Gisel tiba pada pukul 09.00 WIB, sementara Nobu datang pada pukul 11.00 WIB Siang. Diakui Nobu juga meski sempat dekat dengan Gisel, saat ini tidak ada komunikasi lagi dengan Gisel.  Sedangkan Gisel memilih tidak  banyak bicara saat datang ke Mapolda Metro Jaya, Gisel datang didampingi oleh tim kuasa hukum.

Michael Yukinobu De Fretes alias Nobu. (Foto: Dokumentasi)

“Nobu datang wajib lapor ke Polda Metro Jaya, nggak barenag dan nggak ada persiapan,”ujar Nobu.

Sementara itu saat melakukan lapor diri, keduanya menunjukan sikap kooperatifnya dalam menjalani proses penyidikan untuk kasus video asusila yang menjerat mereka tersebut. Selain itu dengan hadirnya mereka di Polda Metro Jaya pun sudah menunjukan ketaatan keduanya pada aturan hukum yang sudah ditetapkan.

Gisella Anastasia. (Foto: Dokumentasi)

“Aku tadi hanya melapor doang, makasih ya, sorry. Nggak tau aku hanya mengikuti aja, makasih ya,”ujar Gisel seadanya.

Seperti diketahui, penyidik yang menangani kasus video asusila yang menjeratnya tidak menetapkan keduanya ditahan di Polda Metro Jaya. Penyidik hanya menentukan Gisel dan Nobu dikenakan wajib lapor. Pasti ada alasan kenapa keduanya tidak ditahan, terlebih mereka dijerat pasal berlapis UU Pornografi dengan ancaman hukuman paling rendah 6 bulan penjara dan paling lama 12 tahun penjara.

Kombes Pol Yusri Yunus. (Foto: Dokumentasi)

“Untuk  sdri GA  berdasarkan kemanusiaan, anak yang besangkutan masih 4 tahun dan butuh bimbingan ortu, khususnya ibu sehingga tidak dilakukan penahanan, tapi GA dan MYD  kita lakukan wajib lapor senin – kamis dan kasus tetap berproses,”terang  Kombes Pol.Yusri Yunus  (Kabid. Polda Metro Jaya)

“Karena itu kita tidak lakukan penahanan kepada yang bersangkutan, ini adalah hak dan kewenangan penyidik, ada dalam KHUP pertama pasal 21 ayat 1 bisa dilakukan penahanan apabila dia menghilangkan barbuk dan melarikan diri. Atas pertimbangan penyidik sdri GS dan MYD kooeperatif. Diambil kesimpulan untuk tidak melakukan penahanan untuk keduanya,”pungkas Kombes Pol.Yusri Yunus.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *