Connect with us

Selebriti

Orangtua Ditagih Hutang 400 Juta, Atta Halilintar : Sudah Biasa dengan Ujian Hidup Seperti Ini

Published

on

Kabar tak sedap tidak hanya datang  dari keluarga Anang Hermansyah dan Ashanty, dimana Anang dan Azriel jatuh sakit usai pulang dari Dubai dan Turki, namun juga datang dari sang menantu, Atta Halilintar. Orangtua Atta, yakni sang ibunda Lenggogeni Faruk baru-baru ini menjadi sorotan karena tudingan konten kreator tik tok bernama Savas.

Savas berkoar di media sosial bahwa orang tua Atta Halilintar, Lenggogeni telah berutang 400 juta rupiah pada wanita bernama Umi Aviv tersebut. Namun disebut Savas bahwa Lenggogeni ingkar janji untuk mengembalikan uang tersebut kepada Umi Aviv.

Foto wawancara Savas. (Foto: Dokumentasi)

“Ini soalnya saya dapat cerita dari Ibu Umi, Ibu angkat saya.  Saat mendengar ceritanya  saya punya rasa iba dan saya angkat ke medsos kejadian ditahun 1997, umi menyerahkan uang ke kekeluarga Gen Halilintar 400 euro. Di tiktok saya swicth 300 euro kalo di sebut 400 ribu euro akan bisa setengah milyar lebih 400 juta untuk di konten, tapi sama saat ini bang Atta nggak ada tanggapan,”jelas Savas.

Hal ini dilakukan Savas karena ia ingin memperjuangkan hak Umi Aviv, sekalipun Savas bukanlah korbannya. Namun Savas mengaku sebagai orang suruhan Umi Afif, seorang wanita yang tinggal di Jerman yang sudah lama menagih hutang kepada orangtua Atta Halilintar.

“Sudah pernah, bahkan sudah dijanjikan sama ibunya Atta Halilintar berkali-kali”,ungkap Savas.

“Dari sini saya memperjuangkan kebenaran, kebenaran dalam arti siapa sih yang benar di antara mereka berdua,”sambung Savas.

Usaha Savas dalam memperjuangkan kebenaran ini dilakukannya dengan cara beda dari yang biasa dilakukan orang dalam menagih utang seseorang, yaitu melalui video tik tok. Melalui video tik tok ini, Savas menagih utang kepada Atta agar ia membayar hutang orangtuanya sebesar 400 juta itu. Dan konten tik tok Savas ini pun langsung viral, mengingat konten tik tok ini bersinggungan langsung dengan youtuber nomor satu di Indonesia yang telah memiliki subscriber 27,6 juta.

“Sebenarnya tantangan ya bagi seorang konten kreator sebuah reaction itu sebuah tantangan. Bagi saya ini sebuah tantangan karena ini kisah nyata yang saya angkat menjadi sejarah. Di situ saya memunculkan keadaan seorang ibu yang menginginkan uangnya kembali tapi tidak kembali,”jelas Savas.

Sementara itu Atta menanggapi hal ini sangatlah kaget. Bahkan Atta mengaku tak mengerti dan tak percaya kalau orangtuanya punya hutang.

Foto wawancara Atta Halilintar. (Foto: Dokumentasi)

“Aku nggak ngerti juga namanya nggak tau utang apaan. Aku orangnya jarang baca sosmed infotaiment. Habis kerja lebih banyak ngobrol, main bisnis kalo gitu-gitu males ngikuti  dan kalo itu nggak ngerti juga. Orang aku kayak gitu nggak percaya sih. Aku nggak tau, nggak kenal. Aku nggak ngerti, ortu  aku dalam ngajarin aku yang baik, nggak pernah gitu ada utang,”ungkap Atta Halilintar.

Diketahui kasus hutang piutang Atta ini pernah ramai dibicarakan di media pada September 2020 lalu. Ketika itu Umi Aviv  muncul dan menyampaikan jika orangtua Atta pernah berhutang kepadanya ketika masih sama-sama tinggal di Jerman. Orangtua Atta berencana berinvestasi dalam bisnis dan berjanji akan berbagi keuntungan dengan umi Aviv. Namun hingga kini orangtua Atta tak kunjung mengembalikan uang milik Umi Aviv tersebut.

“Ya aku dah biasa hidup silih  berganti ujian kayak gini, cobaan demi cobaan, semoga bisa menghapus dosa. Aku pribadi nggak tau, tapi utang sama bank nggak ada. Keluargaku dan aku orang yang nggak memaksa untuk membeli dengan meminjam duit orang. Apalagi buat bisnis, kayak bisnis aku aja dimulai dari duit sejuta daripada memilih seratus juta tapi pakai duit orang, mending dari sejuta,”tandas Atta Halilintar.

Diluar itu semua, Savas hanya  berharap agar orang tua Atta Halilintar, Lenggogeni mau bertemu untuk menyelesaikan masalah ini dengan Umi Aviv.

“Kan bisa nanti ibunya Atta Halilintar langsung muncul, karena dari pihaknya umi pengennya langsung ketemu. Kita kan ambil uangnya cash, tatap muka pada saat itu, tidak ada perantara lawyer segala macam,”tegas Savas.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *