Connect with us

Selebriti

Over Lakukan Aktifitas Fisik buat Bams Eks Samsons Divonis Kanker Langka, Ini Curhatnya!

Published

on

Bambang Reguna Bukit atau yang lebih dikenal dengan Bams ‘Samsons’ didiagnosis menderita kanker langka pada tahun 2020 lalu. Kanker yang dialami sang vokalis ‘Samsons’ ini bermula dari keluhan yang dialaminya pada bagian lutut. Tentunya hal ini merupakan momen menyedihkan dalam perjalanan hidup pelantun ‘Kenangan Terindah’ ini.

“Itu adalah momen yang sedih di tahun itu. Karena saya didiagnosis kanker dan saya harus melakukan operasi. Itu jalan yang berat,”ujar Bams eks Samson.

Sakit memang tidak bisa diellakan, selama ini Bams juga dikenal sebagai sosok yang sangat menjaga pola hidup sehat dan gemar berolahraga, namun siapa sangka kalau akhirnya ia malah divonis mengidap sakit mematikan, kanker langka.

Untuk sakitnya itu, Bams pun ungkapkan awal mula ia divonis kanker pada tahun 2020 lalu. Menurut Bams, dokter mendiagnosis dirinya telah mengidap kanker kulit dan otot saat itu. Meskipun tidak terlalu ganas, Bams mengaku sempat panik lantaran penyakitnya tersebut terbilang langka.

Bams eks Samsons. (Foto: Dokumentasi)

“Iya, sebenarnya kalo dibilang ganas atau nggak, masih banyak kanker yang lebih ganas, tapi kanker ini tuh rare, jarang ditemukan,”jelas Bams eks Samsons.

Langkanya kanker ini karena hanya terjadi pada 1 dari 1 juta orang yang terkena kanker. Bahkan, sepanjang sejarah hanya ada 8.000 kasus kanker seperti yang dialami Bams ini.

“Jadi karena memang sampe sekarang belum diketahui karena yang kena kanker ini baru 8000 orang,”ungkap Bams.

Sedangkan keluhan atau gejala awal yang dirasakannya berawal dari bagian lutut. Diakuinya awalnya ia tidak curiga dan menganggap benjolan tersebut adalah benjolan biasa saja. Namun karena makin lama makin membesar ia pun mulai curiga dan langsung memeriksakannya ke dokter. “Tahunya karena ada benjolan yang lumayan besar di dengkul,”ujar Bams.

Usai diperiksa baru diketahui kalau benjolan yang bersarang di tubuhnya itu  adalah sebuah sel kanker. Namun saking tidak merasa benjolan itu sebagai beban, Bams pun masih bisa menjalani aktivitasnya.

“Rasanya ya kaya kanker seperti pada umunya, ada benjolan di dengkul, kalau lagi berativitas biasa aja nggak ada masalah apa-apa,”ujar Bams.

Sementara itu saat disinggung soal penyebab terjadinya kanker, Bams mengaku tidak mengetahui sebab pastinya, namun dari sang dokter yang merawatnya diketahui kalau kanker tersebut terjadi pada seorang yang terlalu berlebihan melakukan aktivitas fisik.

“Tapi yang mereka simpulkan orang yang sering beraktivitas (berat) dan kena benturan. Saya dulu memang olahraganya gila, sekali olahraga 3 jam, bangun tidur olahraga, pulang kerja olahraga, jadi jangan terlalu berlebihan,”terang Bams.

Syukurnya menurut Bams kanker langka yang dideritanya itu tidak berbahaya. Bams pun sudah melakukan upaya pengangkatan kankernya tersebut dengan melakukan operasi lutut di masa pandemi ini. Dan kini, usai  menjalani operasi dan sejumlah perawatan, Bams pun dinyatakan sembuh dari kanker langkanya  tersebut.

“Sekarang saya baik-baik saja. Jangan khawatir, saya tidak sakit, saya sudah sembuh,”tegas Bams.

Semenjak pengalaman sakitnya itu  juga  Bams mulai menjalani hidup yang lebih sehat dengan tidak memaksa tubuhnya untuk bekerja terlalu keras. Dia juga tidak lagi memaksakan diri untuk berolahraga berat.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *