Connect with us

Film

Prilly Latuconsina dan Reza Rahadian Bersyukur Sekalinya Berjodoh Hasilnya Luar Biasa

Published

on

Serial My Lecturer My Husband (MLMH) yang dibintangi oleh Reza Rahadian dan Prilly Latuconsina yang sukses  tayang di WeTV dan iflix Indonesia  tanpa terasa akan masuki episode terakhir pada Jum’at mendatang. Namun kabarnya Serial MLMH session satu ini akan berlanjut ke session kedua. Tentunya hal ini merupakan kabar bahagia bagi para penggemar serial yang menceritakan kehidupan rumah tangga antara seorang dosen bernama Arya (Reza Rahadian) dan mahasiswinya bernama Inggit (Prilly Latuconsina).

Web series My Lecturer My Husband. (Foto: WeTV ORIGINAL)

Sesuai dengan peran mereka sebagai dosen dan mahasiswi, maka usia yang terpaut diantara keduanya juga cukup jauh. Pada kenyataannya Reza memang berusia 9 tahun lebih dewasa ketimbang Prilly. Dan perbedaan usia yang begitu jauh ini ternyata sempat menimbulkan keraguan diantara keduanya, apakah mereka cocok dengan peran sebagai suami isteri di MLMH. Namun ketika chemistry mereka yang suguhkan begitu kuat akhirnya merontohkan keraguan mereka tersebut. Dan diluar dugaan akting mereka malah diterima dan disukai masyarakat. Bahkan diluar dugaan keduanya, setiap episode mereka menjadi trending topic. Lebih dari itu banyak penonton yang gemas dan anggap mereka sebagai pasangan yang cocok.

Live Instagram Prilly Latuconsina dan Reza Rahadian. (Foto: Instagram.com/@wetvindonesia)

Banyak yang bilang kita cocok padahal awalnya aku sempat ragu, aku cocok nggak sih? tapi ternyata banyak yang gemes sama kita. Aku juga hampir nggak percaya setiap tayang bakal trending,”ujar Prilly Latuconsina seperti yang diungkapnya di Live Instagramnya.

Aku juga sempet berpikir apakah orang akan merasa enek dalam pengertian apaan sih nih? Tapi ternyata banyak orang suka sama chemistry kita berdua dan suka sama hasil kerja kita dan tim,” sambung Reza Rahadian masih di Live Instagram Prilly Latuconsina.

Kesuksesan ini memang membuat keduanya sangat bersyukur. Namun tidak dipungkuri pasti banyak penonton yang penasaran seperti apa kerjasama diantara keduanya hingga bisa memberikan akting yang memuaskan tersebut. Diakui Reza, pertemuannya dengan Prilly di MLMH ini merupakan pertemuan yang tepat. Mengingat sebelumnya, ternyata mereka hampir dijodohkan lewat sebuah proyek, namun ternyata belum berjodoh. Dan akhirnya ada proyek lain, MLMH yang membuat mereka dipersatukan.

“Mungkin sudah diatur bahwa ini pertemuan terbaik dan hasilnya juga Alhamdulillah luar biasa, jadi happy,”ungkap Reza Rahadian.

Reza Rahadian dan Prilly Latuconsina foto bersama sang produser dan sutradara, Monty Tiwa. (Foto: Instagram.com/@manojpunjabi)

Sedangkan orang yang paling berperan penting dalam kesuksesan akting mereka hingga penonton melihat mereka sebagai pasangan yang cocok adalah sang sutradara, Monti Tiwa.

“Orang penting yang perlu kalian tau yang punya tangan dingin adalah Monti Tiwa sebagai sutradara. Dia komandan kami-kami ini para aktor di lokasi syuting termasuk semua teman yang berkerja di serial ini. Karena punya komandan yang hebat Jadi itu juga yang menyebabkan dialog-dialognya jadi terasa begitu dekat dan relevan dengan banyak orang,”jelas Reza Rahadian.

“Pak Monti bisa ngasih kita rasa jadi kita bisa ngerasin lagi adegannya. Lebih related walau aku nggak punya pengalaman kayak Inggit tapi gara-gara dikasih rasa dan motivasi yang benar-benar pas, jadi lebih related banget kan ke aku. Jadi  bisa lakuin adegan itu ke kak Reza dengan ngalir aja, nggak ngerasa kita punya beban gimana ngelakuin adegan yang keliatannya sulit,”tambah Prilly Latuconsina.

Dengan begitu pilihan sang sutradara, Monti Tiwa menjodohkan Reza Rahadian dan Prilly Latuconsina  diserialnya kali  ini memang merupakan pilihan yang tepat.

“Kebetulan saya sering bekerja sama dengan keduanya secara terpisah. Jadi, saya tahu betul kapasitas dan potensi masing-masing kalau mereka bergabung,”terang Monti Tiwa.

Selain itu Monti juga berhasil memberikan pembuktian bahwa pertimbangan penggabungan dua aktor itu bukan hanya sekadar umur, fisik atau segmennya masing-masing. Tapi juga keyakinan kalau penggabungan dua segmen yang berbeda juga bisa sukses. Diketahui Reza sangat bisa menjangkau target dewasa, sedangkan Prilly mampu menjangkau target remaja.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *