Connect with us

Selebriti

Sebelum Meninggal, Sang Bunda Sempat Meminta Ibnu Jamil Jadikan Ririn Ekawati yang Terakhir

Published

on

Ririn Ekawati harus hadapi kenyataan pahit dan menyedihkan. Ibunda Ririn pergi disaat ia belum sempat melihat kebahagiaan putri sulungnya itu bersanding di pelaminan bersama Ibnu Jamil. Rabu, 2 Desember kemarin,sang bunda, Syamsidar Zaid meninggal dunia. Sang bunda menghembuskan nafas terakhir akibat Covid-19. Hal ini menambah kesedihan mendalam bagi Ririn dan juga adiknya karena mereka tidak dapat menemani sang bunda hingga menuju tempat peristrirahatan terakhirnya karena Covid tersebut.

Ririn Ekawati. (Foto: Dokumentasi)

“Memang keadaan pasien covid nggak bisa dijenguk dan ditemani, tapi semua prosesi yang ada pemasangan alat, pemberian obat dan segala macem dokter dan suster selalu video call. Jadi kita semua liat prosesnya, step by mama nggak ada,”jelas Ririn Ekawati.

Menurut Ririn, sang bunda memang sudah lama memiliki penyakit internist. Dan sepulang dari Palu, Sulawesi Tengah tiba-tiba saja demam. Khawatir dengan kondisi ibunya yang sudah berusia 62 tahun itu, Ririn pun membawanya ke rumah sakit. Dan saat dokter mengatakan ibunya terserang Covid-19 Ririn sangat kaget dan sedih. Dan sejak itu juga tidak ada satu orang pun yang diperbolehkan untuk menjenguk atau mendampingi wanita yang sudah melahirkannya itu.

“Tepat jam 11.12 mama saya meninggal memang dah sakit dari kemaren, jadi mama saya baru sampai dari Palu di Jakarta satu hari ternyata memang selama di Palu ada sakit gula tinggi. Pas sampai demam tinggi besoknya di bawa ke rumah sakit di cek ada covid. Alhamdulillah kita yang di rumah dicek swab negatif,”ujar Ririn Ekawati.

“Memang mama pernah stroke, kolesterol dan gula. Dari Palu kemarin sempat sakit emang dan dada sakit bawaan setelah sampai di Jakarta satu malam demam dan aku khawatir makanya aku cek ternyata ada covidnya dibawa ke rumah sakit dan dirawat 3 hari, dimakamin di Tegal Alur,”lanjut Ririn Ekawati.

Ditengah rasa duka Ririn tersebut untungnya ada sosok Jamil yang tiada henti memberikan support dan terus menguatkan hati Ririn. Selain itu Jamil juga yang mengazankan ibunya dan juga ikut mensholatkannya.

“Saya nggak tau sih kalo dia nggak ada gimana karena saat sholat jenazah, dia yang mengimamkan, dia yang mengazankan karena dia doing yang berani turun. Kan semua anak mama perempuan. Jadi supportnya luar biasa terimakasih dan benar berarti buat saya,” terang Ririn Ekawati.

Kini, arti hadir Jamil sangat berarti bagi Ririn. Terlebih lagi sebelum kepergian sang bunda, Jamil telah menemui calon mertuanya itu di Palu pada November 2020 lalu. Saat itu Jamil ungkap keinginannya untuk melamar Ririn dalam waktu dekat dan sang bunda juga sempat menitipkan Ririn kepada Jamil agar menjaga Ririn dengan baik.

“Ya pokoknya saya dah ketemu sama mama  dah kasih izin itu aja sih. Karena keseriusan saya maka saya samperin mama ke Palu dan beranikan diri bicara sama mama dan keluarga besar tentang  keseriusan saya sama Ririn. Mama malah sempat bilang jagain Ririn baik-baik dan jadikan Ririn yang terakhir, itu aja. Aku berusaha menjalankan sebaik ungkin yang ada aja apapun kedepannya,”beber Ibnu Jamil.

“Aku gak pernah mendahului takdir Allah, kalo Allah memberi jodoh aku terima saat ini. Kalo dikasih jodoh aku jalani semuanya. Doain aja,” tandas Ririn Ekawati.

Namun yang sangat disayangkan Ririn, sebelum hari bahagianya bersama Jamil terwujud, sang bunda sudah meninggalkannya. Dan kepergian sang bunda diakui Ririn sangat mengagetkannya, ibu dua orang anak ini tidak pernah menyangka kepergian sang ibu ke Palu, Sulawesi Tengah menjadi perjalanan terakhir sang bunda sebelum jatuh sakit.

“Firasat aku sih nggak ada, nggak  kepikiran mama secepat ini. Pokoknya dia mau kita semua baik-baik, tetap solid dan kita semua bahagia,”pungkas Ririn Ekawati.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *