Connect with us

Film

Sudah Dinantikan, Penayangan Perdana Series 7 Hari Sebelum 17 Tahun Membludak dan Viral!

Published

on

Episode perdana webseries 7 Hari Sebelum 17 Tahun sudah tayang perdana pas di momen hari kasih sayang alias valentine (14/2/2021) lalu. Di episode pertama ini memperkenalkan karakter-karakter tokoh secara menarik. Dimana para pemainnya didukung aktor dan aktris muda, seperti Tissa Biani, Endy Arfian, Lyodra Ginting, Marcell Darwin dan masih banyak lagi. Selain itu ada juga didukung oleh para pemain senior, seperti Ray Sahetapy, Ginanjar Sukmana, Rowiena Umboh dan Karina Suwandhi. Dan para karakter tersebut ternyata sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi para peminat series satu ini.

Alhasil saat penayangan perdana langsung membludak dan viral. Menurut kabar ada lebih 300.000 subscribe telah mendaftar di hari valentine untuk menonton film ini. Dan tayang secara perdana oleh aplikasi Video on Demand, STRO. Semua Fans menonton secara bersamaan di aplikasi STRO tepat jam 12.00 sehingga menyebabkan server down.

Tidak hanya itu, banyaknya peminat terhadap film yang mengangkat tema bullying yang sering terjadi pada pelajar di sekolah ini juga menimbulkan efek pembajakan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab.

Sedangkan dampak dari server down membuat pihak STRO kabarnya akan melakukan penundaan penayangan episode 2 yang rencananya rilis tiap pekan, disebabkan banyaknya bajakan di mana-mana. Karena itu episode 2 baru bisa disaksikan pada tanggal 26 Februari mendatang. Tentu saja hal ini menimbulkan rasa kecewa bagi para penonton yang sudah tidak sabar menanti kelanjutan dari episode pertama yang sudah sukses memancing rasa penasaran itu. Dengan begitu wajar kalau serial 7 Hari Sebelum 17 Tahun dari salah satu Video on Demand (VOD) menuai protes dari penonton.

Serial 7 Hari Sebelum 17 Tahun bercerita mengenai beberapa potret kehidupan siswa-siswi di SMA. Seperti isu tentang kehidupan remaja, seperti percintaan dan persahabatan. Series karya Rangga Nattra ini juga mengangkat kisah  tentang perundungan atau bullying di masa-masa sekolah. Mereka dihadapkan dengan segenap lika-liku dalam proses penerimaannya di lingkungan sekolah yang tidak selalu mudah hingga berdampak pada penerimaannya terhadap diri sendiri. Kehilangan percaya diri, kegelisahaan, depresi hingga berbagai latar belakang keluarga yang tidak selalu mulus.

Kisah ini akan dirangkum ke dalam 7 episode ini akan mengupas kejadian-kejadian pilu yang mungkin tanpa disadari oleh pelakunya, telah memberikan kontribusi buruk terhadap psikis dan masa depan korbannya. Hal ini sengaja diangkat karena isu tersebut penting dan memang masih terjadi di sekolah atau bisa dimanapun. Series ini juga akan turut memberikan edukasi bagaimana dampak perundungan terhadap korban.

“Kami berharap film ini dapat menjadi wadah bagi mereka yang mengalami perundungan atau Bullying, This is the time to speak out, let’s cope this with us, you are not alone,”tandas Rangga Nattra sebagai sutradara yang juga berharap kasus bully di Tanah Air bisa berhenti.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *