Connect with us

News

Sudah Lama Persiapkan Makam, Anton Medan Dimakamkan di Masjid yang Dibangunnya

Published

on

Suasana penuh haru warnai pemakaman Anton Medan di area Masjid Tan Kok Liong, Jalan Kampung Sawah, Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (16/3/2021). Pemilik nama asli Tan Hok Liang yang juga dikenal sebagai mantan preman ini memang telah menyiapkan makam untuk dirinya sendiri sejak lima belas tahun silam, tepatnya sejak tahun 2005. Makam yang sudah dipersiapkannya itu memiliki luas 4×4 meter  dengan atap tiga tingkat berwarna hijau tua.

Masjid Tan Kok Liong merupakan salah satu masjid unik di Bogor dengan arsitektur bergaya Tionghoa. Masjid ini dibangun Anton pada 2005 ini itu tidak berdiri sendiri, di sekitarnya terdapat bangunan sekolah pesantren yang tergabung dalam Yayasan At-Taibin. Dan ada juga rumah Anton Medan. Disebelah masjid, terdapat satu bangunan yang memiliki tiga tingkat atap yang kini menjadi makam Anton Medan.

Anak alm. Anton Medan. (Foto: Dokumentasi)

“Dulu almarhum pernah bilang sebelum mempersiapkan makamnya. ‘Kalau elu (anak-anaknya) lupa ngedoain gua, biar santri gua yang doain gua’,”kenang salah satu anak Anton Medan, Delly Viki Ramdani sambil  menirukan ucapan mendiang ayahnya.

Sebelum dimakamkan, jenazah Anton Medan disholatkan di dalam Masjid Tan Kok Liong sekitar pukul 09.00 WIB. Usai disalatkan, jenazah dibawa ke sebelah masjid untuk dimakamkan sekitar pukul 09.30 WIB.

Sedangkan pada saat proses pemakaman Anton Medan diiringi isak tangis keluarga dan juga kerabat yang hadir dalam pemakaman tokoh Tionghoa Muslim tersebut. Kepergian Anton Medan memang merupakan kehilangan besar bagi keluarga dan para pengikutnya yang tergabung dalam Ikatan Muslim Tionghoa. Sosok yang kerap memberikan nasehat kebaikan dan mengajak orang kembali ke jalan yang lurus ini memang sudah tiada lagi.

Delly juga mengungkapkan semasa hidupnya, sang ayah dikenal sebagai sosok yang tegas dalam menegakkan ilmu agama dalam keluarga. Sang Ayah telah membekali enam anaknya yang kini masih hidup dengan agama yang mumpuni.

“Sosok yang luar biasa. Ketegasan beliau, kasih sayang sama anak luar biasa. Ketegasan dalam mendidik, terutama untuk siap menghadapi dunia nyata,”ungkap Delly Viki Ramdani.

Diketahui kehidupan Anton Medang memang penuh warna. Ia pernah menjadi preman yang bolak balik masuk penjara. Namun akhirnya ia sadar dan bertaubat. Anton pun hijrah dan menjadi seorang mualaf. Sejak ini Anton sangat dekat dengan lapas karena berdakwah untuk para napi dari satu penjara ke penjara lainnya. Anton ingin menjadikan pengalaman hidupnya bisa bermanfaat buat orang banyak, terlebih bagi para mereka yang sedang tersesat di jalan yang salah. Menjadi sosok inspiratif bagi banyak orang membuat Anton Medan akan dikenang dengan segala amal saleh yang sudah ia perbuat semasa hidupnya.

Tidak heran banyak orang yang merasa kehilangan atas kepergian Anton Medan. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya karangan bunga. Alhasil, karangan bunga ucapan belasungkawa turut memenuhi sekitar area masjid Tan Kok Liong yang dibangun Anton Medan tersebut. Diantaranya  karangan bunga datang dari mantan Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, Anggota DPR RI Adian Napitupulu, istri Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Wury Estu Handayati, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hingga Bupati Bogor Ade Yasin.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat yang telah mendoakan orang tua saya,”pungkas Delly Viki Ramdani.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *